JAKARTAMU.COM | Israel melancarkan serangan udara ke sejumlah titik strategis di Iran, Senin (8/6/2026). Serangan ini disebut sebagai respons atas meningkatnya aktivitas militer Iran yang dinilai mengancam keamanan regional.
Pemerintah Iran mengecam keras tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran kedaulatan. Negara-negara di kawasan, termasuk Arab Saudi dan Turki, menyerukan agar ketegangan tidak berkembang menjadi perang terbuka.
Dalam dinamika terbaru ini, mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak lagi menjadi figur yang diperhitungkan. Kebijakan keras Trump terhadap Iran, termasuk penarikan dari kesepakatan nuklir, kini tidak lagi menjadi sorotan utama. Perhatian dunia lebih tertuju pada langkah Israel dan respons Iran.
Uni Eropa menyerukan deeskalasi dan menekankan pentingnya jalur diplomasi. PBB mengingatkan bahwa konflik terbuka antara Israel dan Iran dapat berdampak luas pada stabilitas global. Negara-negara besar seperti Rusia dan Tiongkok juga menyuarakan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan.
Serangan ini menandai fase baru dalam hubungan Israel-Iran yang selama ini diwarnai ketegangan. Absennya pengaruh Trump dalam percaturan politik internasional menunjukkan bergesernya fokus dunia pada aktor-aktor utama di kawasan.


