1 Ramadan KHGT: Mengapa Muhammadiyah dan Turki Berbeda?

Must Read

JAKARTAMU.COM | Perdebatan seputar Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) kembali mengemuka setelah muncul perbedaan penerapan antara Muhammadiyah dan Turki. Meski sama-sama merujuk pada hasil Kongres Penyatuan Kalender Islam 2016, namun Muhammadiyah dan Turki berbeda dalam penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah.

Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhamad Rofiq Muzakkir, mengakui sempat muncul perbedaan di internal Majelis Tarjih soal awal Ramadan tahun ini. Namun bagaimana pun keputusan organisasi yang menjadi patokan. “Yang kita jadikan pedoman untuk memulai puasa adalah tanggal 18,” kata Rofiq kepada Jakartamu.com, Selasa (17/2/2026).

Soal perbedaan dengan Turki,yang tidak memasukkan data visibilitas hilal dari Alaska, wilayah yang bagi Muhammadiyah memenuhi kriteria lima parameter KHGT, Rofiq menjelaskan bahwa Kongres 2016 tidak merinci persoalan teknis sedetail itu. Kasus seperti Alaska adalah situasi langka yang belum menjadi perhatian utama forum saat itu. “Kongres itu tidak menyepakati hal-hal yang sangat teknis dan detail,” ujarnya.

Baca juga: Tokoh Internasional Apresiasi Visi Besar KHGT untuk Persatuan Umat Islam

Milad 117 H Muhammadiyah

Selain soal cakupan wilayah, terdapat perbedaan pendekatan astronomis. Turki menggunakan metode toposentrik, yakni menghitung ketinggian hilal berdasarkan posisi pengamat di permukaan bumi. Muhammadiyah menggunakan pendekatan geosentrik, yaitu menghitung ketinggian bulan dari pusat bumi. Perbedaan kerangka ini dapat berpengaruh pada hasil akhir penanggalan.

“Turki memegang toposentrik, Muhammadiyah geosentrik. Itu memang belum disepakati secara teknis,” jelas Rofiq.

Baca juga: Tiga Aplikasi dan Tiga Bahasa KHGT, Apa Saja?

Mengenai alasan Turki tidak menjadikan Alaska sebagai rujukan, ia menyebut terdapat interpretasi terkait kepadatan penduduk di wilayah tersebut. Muhammadiyah, menurutnya, tidak mengadopsi tafsir semacam itu dalam penerapan kriteria.

Rofiq menyarankan agar perbedaan ini ditempatkan sebagai ruang kerja bersama, bukan ajang saling menyalahkan. Ia menyebut masih ada pekerjaan teknis yang perlu dirumuskan ulang oleh para pengguna KHGT, termasuk penyelarasan detail kriteria dan pengembangan sistem yang dapat dipahami publik luas.

Perkuat Dakwah Urban, Muhammadiyah Jakarta Selatan Bangun Sinergi Strategis

JAKARTAMU.COM | Kolaborasi antarcabang dalam struktur organisasi menjadi kunci penting untuk memperluas dampak sosial dan keagamaan bagi masyarakat. Semangat...

More Articles Like This