ACEH BARAT DAYA, JAKARTAMU.COM | Kabupaten Aceh Barat Daya menjadi salah satu lokasi prioritas Ekspedisi Patriot. Tim riset ditempatkan di Lembah Sabil, Manggeng, dan Tangan-Tangan untuk memetakan potensi lokal dan merumuskan strategi pengembangan kawasan.
Ketua Tim Ekspedisi Patriot di Kabupaten Aceh Barat Daya, Dr. Edi Jadmiko dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), menjelaskan bahwa penelitian mencakup aspek sosial, ekonomi, sumber daya manusia, sumber daya alam, hingga potensi bencana. “Dari kegiatan tersebut akan dihasilkan rekomendasi kebijakan dan rencana investasi untuk mendukung pemerintah dalam merumuskan kebijakan hilirisasi dan investasi di kawasan transmigrasi,” ujarnya, Rabu (17/9/2025).
Edi menambahkan, hasil penelitian akan disusun dalam dokumen yang difinalisasi melalui forum diskusi bersama pemangku kepentingan. “Semua potensi di wilayah tersebut akan kita identifikasi dan kita bantu susun strateginya. Misalnya tata kelautan melibatkan jurusan kelautan, pengembangan wisata dengan jurusan pariwisata, pengelolaan mineral oleh jurusan pertambangan, dan bidang pertanian dengan jurusan pertanian,” katanya.
Di Aceh, terdapat 20 tim Ekspedisi Patriot yang tersebar di beberapa kabupaten/kota. Untuk Aceh Barat Daya, ada empat tim. Wilayah Babahrot ditangani tim Universitas Gadjah Mada, sedangkan Lembah Sabil oleh tim ITS dengan anggota dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, praktisi, hingga mahasiswa.

Camat Manggeng, Ridhawiryadi, menyambut baik program ini. “Pemerintah kecamatan siap membantu dan memfasilitasi kegiatan yang diperlukan tim selama bekerja,” katanya.
Hal senada disampaikan Camat Lembah Sabil, Juarsa. “Kami sudah memfasilitasi pertemuan tim dengan keuchik, mukim, dan tokoh masyarakat. Harapannya kegiatan berjalan lancar dan memberi manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi kawasan,” ujarnya.
Program Ekspedisi Patriot merupakan kerja sama Kementerian Transmigrasi dengan tujuh perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, yaitu Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Padjadjaran (Unpad), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Program ini melibatkan sekitar 2.000 mahasiswa, alumni, dan peneliti muda yang diterjunkan ke 154 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia.
Tujuan Ekspedisi Patriot adalah melakukan riset komprehensif untuk mengidentifikasi potensi lokal, mengembangkan komoditas unggulan, memperkuat tata kelola masyarakat, serta merumuskan inovasi kebijakan yang dapat mendorong kawasan transmigrasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Selain penelitian, kegiatan ini juga berfungsi sebagai jembatan antara dunia akademik dengan masyarakat, sehingga ilmu pengetahuan tidak berhenti di ruang kuliah, tetapi diterapkan langsung pada permasalahan riil di lapangan.
Output dari program ini mencakup dokumen rekomendasi kebijakan, rencana investasi, hingga laporan teknis yang akan menjadi bahan pemerintah dalam merancang kebijakan hilirisasi dan investasi. Dengan demikian, Ekspedisi Patriot tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga praktis dan strategis dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di kawasan transmigrasi.
Selain mengirimkan tim riset, Kementerian Transmigrasi juga menyiapkan beasiswa S2 dan S3 di universitas mitra bagi masyarakat transmigrasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.(*)


