BANDUNG, JAKARTAMU.COM | Pertunjukan dramatisasi puisi “Membelah Langit: Puisi untuk Alam Semesta” menjadi ruang demonstrasi pemanfaatan limbah sebagai aksesori pementasan. Program Studi Kriya Tekstil dan Fashion (KTF) UM Bandung dan Lembaga Seni Budaya Manikam Khatulistiwa menampilkannya di Perpustakaan Ajip Rosidi, Kamis (27/11/2025), dalam rangkaian Program Inovasi Seni Nasional (PISN) 2025.
Ketua Prodi KTF Saftiyaningsih Ken Atik menjelaskan bahwa aksesori yang tampil di panggung dibuat melalui teknik upcycling. “Hari ini adalah pertunjukan di mana dalam pertunjukan ini akan dikenakan unusual asesoris yang menjadi salah satu judul dari PISN kami. Yakni pemanfaatan limbah tutup kaleng dan limbah alami lainnya dengan proses upcycling untuk asesori unusual pertunjukan,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa sebagian besar aksesori itu merupakan hasil workshop sehari sebelumnya. “Ini adalah beberapa asesoris hasil dari workshop tersebut yang memanfaatkan limbah tutup kaleng ataupun limbah tekstil,” terangnya.
Kaleng—terutama kemasan makanan dan minuman—menjadi salah satu jenis limbah anorganik dengan tingkat konsumsi tinggi. Data BPS menunjukkan sampah logam, yang sebagian besar berasal dari kaleng aluminium, menyumbang sekitar 2–3 persen timbulan sampah nasional.

Logam yang sulit terurai itu umumnya masuk ke aliran sampah rumah tangga tanpa proses pemilahan. Upcycling seperti yang dilakukan tim KTF membuka ruang pemanfaatan langsung untuk kaleng tipis yang mudah dibentuk kembali menjadi aksesori.
Saftiyaningsih berharap praktik ini dapat menambah pemahaman mitra PISN tentang pemanfaatan material bekas. “Mudah-mudahan pertunjukan ini menjadi salah satu pintu bahwa perhatian kita terhadap lingkungan, seni kreatif, dan peningkatan nilai ekonomi bisa menjadi jalan meningkatkan kualitas hidup kita, terutama bagi mitra program PISN 2025 ini,” ujarnya.
Ketua Lembaga Seni Budaya Manikam Khatulistiwa Vinny Soemantri menilai kolaborasi ini memperlihatkan bahwa limbah bisa masuk ke ruang pertunjukan secara fungsional. “Hari ini kami will tampil mempergunakan asesoris dari hasil workshop kemarin. Ini dari kaleng bekas, bekas makanan kucing dan macam-macam lainnya,” katanya.
Ia menyebut barang yang biasa terbuang kini dapat bekerja sebagai bagian dari penampilan. “Ini semuanya barang-barang yang biasanya dibuang. Namun, hari ini menjadi naik kelas, mempunyai nilai artistik, dan mendukung penampilan kami dalam pertunjukan membelah langit,” jelasnya.
Vinny berharap pendampingan berlanjut dan mendorong keterampilan komunitas yang terlibat. “Harapan ke depannya, semoga kami sebagai mitra akan terus dibina. Workshop kemarin luar biasa memberikan pengalaman dan ilmu berharga. Jika kami sudah semakin mahir, bukan tidak mungkin ini bisa menjadi nilai ekonomi yang menjanjikan,” tandasnya.


