Gaza Krisis Sanitasi, Ancaman Penyakit Mengintai 

Must Read

JAKARTAMU.COM | Krisis sanitasi di Jalur Gaza kian memprihatinkan. Ribuan warga kini hidup tanpa akses toilet dan kamar mandi layak, setelah Israel melarang masuknya suplai perlengkapan sanitasi sejak awal perang hampir 30 bulan lalu. Rumah-rumah yang hancur akibat serangan membuat warga terpaksa membangun fasilitas darurat dari puing, kontainer logam, hingga kursi yang dimodifikasi.

Kondisi ini menimbulkan masalah serius. Harga toilet melonjak drastis, dari sekitar 60 shekel sebelum perang menjadi lebih dari 1.000 shekel untuk kursi bekas, bahkan mencapai 2.200 shekel dengan perlengkapan instalasi. Bagi keluarga miskin, membangun fasilitas terpisah hampir mustahil. Akibatnya, mandi dan buang hajat dilakukan di ruang yang sama, menimbulkan bau menyengat, hilangnya privasi, serta risiko penyakit menular.

Sejumlah warga mengungkap penderitaan mereka. Ibrahim Ayesh menyebut situasi ini “belum pernah terjadi dalam sejarah modern,” menyoroti hilangnya martabat akibat larangan suplai. Mahmoud Al-Dali menegaskan banyak keluarga harus mandi di ruang sanitasi yang sama, meningkatkan risiko penyakit kulit dan infeksi. Di kamp pengungsian Khan Yunis, Mohammad Abu Safi menceritakan putrinya ketakutan setelah menemukan ular di kamar mandi darurat. Sementara Ahmed Awadallah menyoroti penderitaan perempuan yang harus menunggu lama untuk menggunakan toilet bersama, tanpa privasi.

Tenaga ahli memperingatkan dampak kesehatan yang mengintai. Plumber Mohammad Sharab menjelaskan toilet darurat sulit dibersihkan dan menimbulkan bau. Dr. Mahmoud Mattar menekankan risiko diare, hepatitis, dan penyakit kulit, sedangkan Dr. Shafiq Al-Khatib menambahkan penyebaran serangga di lingkungan kotor memicu alergi, gangguan pernapasan, hingga tifus dan disentri.

Perkuat Dakwah Urban, Muhammadiyah Jakarta Selatan Bangun Sinergi Strategis

JAKARTAMU.COM | Kolaborasi antarcabang dalam struktur organisasi menjadi kunci penting untuk memperluas dampak sosial dan keagamaan bagi masyarakat. Semangat...

More Articles Like This