Generasi Z Muhammadiyah DKI Harus Kuasai Media Digital untuk Lawan Hoaks

Must Read

JAKARTAMU.COM | Pelatihan Media Digital Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PWM DKI Jakarta, Minggu (5/10), mengajak aktivis muda Muhammadiyah menguasai ruang digital dengan nilai keislaman dan kemuhammadiyahan. Program ini menekankan kolaborasi kreatif dan tanggung jawab etis dalam bermedia.

Pelatihan bertema “Kolaborasi Kreatif Generasi Z untuk Media Kekinian” ini dibuka Mukhlis, dari Biro Pendidikan dan Mental Spiritual Pemprov DKI Jakarta. Dalam sambutannya dia menyambut positif inisiatif Muhammadiyah dalam bidang literasi digital dan menjamin dukungan Pemprov DKI. Dia mengingatkan dukungan tersebut salah satunya bisa dilihat dari hibah Pemprov DKI kepada Muhammadiyah yang meningkat signifikan dari sekitar Rp1–2 miliar hampir  Rp7 miliar. 

“Muhammadiyah selalu menjadi mitra strategis. Kami mendorong MPI berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika untuk memperluas dampak dakwah digital,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Mukhlis menyoroti tantangan moral di era digital yang perlu segera dicarikan solusinya. Indonesia yang kini menempati urutan keempat pengguna media sosial terbesar di dunia, sehingga ruang digital harus menjadi wadah nilai keislaman, bukan sekadar hiburan atau bahkan menjadi ajang provokasi. “Kalau dulu ujian manusia adalah harta, tahta, dan wanita, sekarang bertambah: pulsa,” ujarnya disambut tawa peserta. 

Milad 117 H Muhammadiyah

Ketua PWM DKI Jakarta, Dr. Ahmad H. Abubakar, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar penguatan teknis, tetapi bagian dari dakwah amar ma’ruf nahi munkar yang rahmatan lil ‘alamin. “MPI menjadi ujung tombak dakwah pencerahan Muhammadiyah, mencahayai kegiatan persyarikatan di DKI maupun nasional. Tahun ini kami siap dengan program podcast dan broadcast sebagai sarana dakwah digital,” ujarnya.

Sementara Wakil Ketua MPI PWM DKI Jakarta, Dr. Harmonis, mewakili Ketua MPI Fadli Arsil. Kegiatan berlangsung di lantai dua Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jalan Kramat Raya 49, Jakarta Pusat, diikuti sekitar 30 aktivis muda yang digembleng untuk memahami media digital, profesionalisme, dan nilai jurnalisme yang jujur dan terbuka.

Pelatihan media digital ini menjadi urgen berkaitan dengan fenomena banjir informasi. Dalam situasi ini, hal yang sangat penting adalah akurasi dan tanggung jawab dalam memproduksi berita atau konten. Setiap orang kini bisa jadi penulis bahkan mengklaim sebagai wartawan. Tetapi pertanyaannya, berita yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan? Jika tidak, hoaks akan merajalela. Karena itu  Muhammadiyah harus melawan kebohongan dengan dakwah digital yang mencerdaskan.

Dakwah Muhammadiyah tidak terbatas pada urusan ibadah semata, melainkan juga pada upaya memajukan pendidikan, kesehatan, dan amal sosial berbasis iman. Hoaks berpotensi menghalangi itu semua. Tak salah kalau mengatakan perlawanan terhadap hoaks tak cukup dengan kata-kata. Perlawanan mesti terorganisir dan dijalankan dalam struktur yang jelas.

Perkuat Dakwah Urban, Muhammadiyah Jakarta Selatan Bangun Sinergi Strategis

JAKARTAMU.COM | Kolaborasi antarcabang dalam struktur organisasi menjadi kunci penting untuk memperluas dampak sosial dan keagamaan bagi masyarakat. Semangat...

More Articles Like This