Haedar Nashir Perkenalkan Varietas Padi Mentari di Jambore Nasional Jatam

Must Read

KEBUMEN, JAKARTAMU.COM | Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, meluncurkan varietas padi baru bernama Mentari dalam pembukaan Jambore Nasional Jamaah Tani Muhammadiyah (Jatam) I di Universitas Muhammadiyah Gombong (Unimugo), Kebumen, Sabtu (20/9).

Di hadapan ratusan peserta, Haedar melakukan prosesi penanaman padi sebagai simbol dimulainya gerakan pertanian berkemajuan yang diusung Muhammadiyah.

“Hari ini adalah hari yang penting bagi keluarga Jatam se-Indonesia untuk memulai menanam padi-padian yang unggul, yaitu varietas padi berkemajuan,” ujar Haedar.

Baca juga: Jambore Nasional I Jatam: Komitmen Muhammadiyah Teguhkan Kedaulatan Pangan 

Milad 117 H Muhammadiyah

Varietas ini diberi nama Mentari, yang menurut Haedar sarat makna filosofis dan erat dengan identitas Muhammadiyah serta kehidupan para petani.

“Kenapa Mentari? Karena selain berhubungan erat dengan identitas Muhammadiyah, mentari atau matahari juga sangat berkaitan dengan kehidupan para petani dan seluruh aktivitasnya yang bergantung pada sinar matahari,” jelasnya.

Ia menambahkan, nama tersebut menjadi simbol harapan agar pertanian Muhammadiyah ke depan lebih cerah, mandiri, dan berdaya saing.

“Sinar matahari bagi para petani adalah sahabat. Dan insyaallah, ke depan, padi-padi yang dihasilkan dari varietas Padi Mentari ini akan menjadi varietas unggul, berkemajuan, dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat luas,” ucap Haedar.

Pembukaan Jambore Nasional I Jatam di Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (20/9/2025). Foto/istimewa

Turut hadir dalam pembukaan acara ini Ketua PP Muhammadiyah Agung Danarto, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah Nurul Yamien, Rektor UNIMUGO, serta jajaran pemerintah daerah.

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menyampaikan apresiasi kepada Muhammadiyah atas kontribusinya di sektor pertanian.

“Saya kagum dengan Muhammadiyah. Insyaallah dengan terjun ke pertanian, Muhammadiyah dapat menjadi yang terbaik, seperti halnya Muhammadiyah mengurus pendidikan dan kesehatan,” ungkapnya.

Menurut Sudaryono, keberhasilan program pertanian pemerintah tidak mungkin tercapai tanpa kolaborasi masyarakat. Karena itu ia mengajak jamaah tani yang hadir untuk bersama-sama membangun bangsa melalui sektor pangan.

“Sebelum kita merubah dunia, mari kita perbaiki diri kita. Seperti halnya program pertanian tidak akan bisa berjalan jika hanya bergantung pada presiden saja. Maka, ini membutuhkan kolaborasi masyarakat untuk memajukan bangsa secara bersama-sama,” tegasnya.

Baca juga: Dari Mesir ke Kebumen: Inspirasi Nabi Yusuf untuk Kedaulatan Pangan Bangsa

Sementara itu, Nurul Yamien menegaskan bahwa tema jambore nasional, Daulat Pangan untuk Indonesia Berkemakmuran, merupakan kelanjutan dari semangat Tanwir Muhammadiyah di Kupang.

“Tema ini merupakan tarikan nafas dari tema Tanwir Muhammadiyah di Kupang. Kami berharap, tema ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kemakmuran Indonesia melalui sektor pertanian,” kata Yamien.

Ia menutup sambutannya dengan menekankan bahwa kedaulatan pangan hanya bisa terwujud lewat kolaborasi dan langkah nyata yang berkelanjutan.

“Bagi Muhammadiyah, daulat pangan bukanlah kerja sendiri-sendiri. Kami meyakini bahwa ini hanya dapat terwujud melalui kerja sama yang solid dan langkah-langkah inovatif yang berkelanjutan,” ujarnya.

Perkuat Dakwah Urban, Muhammadiyah Jakarta Selatan Bangun Sinergi Strategis

JAKARTAMU.COM | Kolaborasi antarcabang dalam struktur organisasi menjadi kunci penting untuk memperluas dampak sosial dan keagamaan bagi masyarakat. Semangat...

More Articles Like This