Iran Menolak Proposal Gencatan Senjata 48 Jam AS, Qatar Ogah Jadi Mediator

Must Read

JAKARTAMU.COM | Iran menolak proposal gencatan senjata 48 jam yang diajukan Amerika Serikat di tengah konflik yang telah berlangsung lebih dari sebulan. Penolakan itu disampaikan melalui laporan kantor berita Fars yang mengutip sumber resmi pada Jumat, sebagaimana dilansir MEE.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan Iran yang meminta gencatan senjata, namun klaim tersebut dibantah oleh Teheran.

Menurut laporan Fars, proposal tersebut diajukan pada Rabu melalui negara ketiga yang tidak disebutkan. Belum ada kejelasan apakah Israel akan menjadi bagian dari skema penghentian sementara pertempuran itu.

Laporan The Wall Street Journal menyebut upaya Pakistan untuk memediasi juga menemui jalan buntu. Iran menolak bertemu pejabat AS di Islamabad karena menilai tuntutan Washington tidak dapat diterima.

Milad 117 H Muhammadiyah

Teheran mengajukan syarat penarikan seluruh pasukan AS dari pangkalan di Timur Tengah serta kompensasi atas kerusakan fasilitas sipil, termasuk sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur publik.

Sejumlah negara seperti Turki, Mesir, dan Qatar disebut berupaya membuka jalur mediasi. Namun Qatar dilaporkan menolak tekanan untuk mengambil peran tersebut meski didorong oleh AS dan negara-negara kawasan.

Penilaian intelijen AS yang pertama kali dilaporkan CNN menyebut Iran masih memiliki sekitar setengah dari peluncur rudal dan drone kamikaze. Angka ini berbeda dengan pernyataan pemerintah AS dan Israel yang menggambarkan kemampuan militer Iran telah hancur sejak awal konflik.

Perkembangan di lapangan menunjukkan eskalasi terus berlangsung. Sistem pertahanan udara Korps Garda Revolusi Islam menembak jatuh jet tempur F-15E milik AS di wilayah barat daya Iran.

Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya menyatakan pesawat tersebut “hancur total”, seperti dikutip Tasnim News Agency. Iran sempat mengklaim pesawat itu adalah F-35, namun sumber militer AS kemudian menyebutnya sebagai F-15E.

Militer AS dan Iran melakukan pencarian terhadap awak pesawat. Laporan CBS News menyebut satu dari dua awak berhasil diselamatkan, sementara satu lainnya masih dicari.

Laporan lain dari The New York Times menyebut satu pesawat tempur AS lainnya, A-10 Warthog, juga ditembak jatuh di wilayah Teluk dekat Selat Hormuz. Pilot pesawat tersebut dilaporkan berhasil diselamatkan.

Perkuat Dakwah Urban, Muhammadiyah Jakarta Selatan Bangun Sinergi Strategis

JAKARTAMU.COM | Kolaborasi antarcabang dalam struktur organisasi menjadi kunci penting untuk memperluas dampak sosial dan keagamaan bagi masyarakat. Semangat...

More Articles Like This