TULUNGAGUNG, JAKARTAMU.COM | Proposal bisnis yang solid dan kemampuan mengatur arus kas dianggap dua kunci agar usaha bisa bertahan dan berkembang. Pesan ini mengemuka dalam Kopdar #2 Serikat Usaha Muhammadiyah (Sumu) Tulungagung yang menghadirkan Agung Hartadi, Founder Pecah Telur, serta Nur Syamsu, Ketua Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata (MEBP) PDM Tulungagung sekaligus Direktur BTM Surya Madinah.
“Proposal bisnis bukan dokumen formalitas. Di dalamnya ada cerminan keseriusan, visi, serta kesiapan seorang pengusaha dalam menjalankan ide bisnisnya. Investor akan tertarik jika melihat kesungguhan dan perencanaan matang,” kata Agung Hartadi.
Sementara itu, Nur Syamsu menekankan bahwa pengelolaan keuangan menjadi penentu keberlangsungan usaha. “Banyak bisnis gagal bukan karena kurang ide, tetapi karena tidak disiplin dalam mengatur arus kas. Literasi keuangan sangat penting agar para pengusaha mampu menjaga kesehatan usaha mereka,” ujarnya.
Acara yang berlangsung di Barn Meeting & Convention ini dihadiri 73 peserta, baik anggota SUMU maupun masyarakat umum. Diskusi berlangsung interaktif, dan di sela sesi, SUMU juga memperkenalkan programnya sebagai ruang belajar bersama pengusaha Muhammadiyah di Tulungagung.


