BANDAR LAMPUNG, JAKARTAMU.COM | Kinerja penghimpunan dana Lazismu Wilayah Lampung sepanjang 2025 melampaui target yang ditetapkan. Capaian tersebut menjadi pijakan utama penetapan sasaran yang lebih tinggi pada 2026, seiring penguatan tata kelola, integrasi program, dan perluasan dampak di tingkat daerah.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Lampung, Prof. Syafrimen, M.Ed., Ph.D., memaparkan capaian penghimpunan dana zakat, infak, sedekah, dan dana keagamaan lainnya sepanjang 2025. Hingga September 2025, Lazismu Lampung menghimpun dana sebesar Rp10.944.770.939 dari target awal Rp7.931.389.703. Angka tersebut diproyeksikan meningkat menjadi Rp13.203.074.555 pada akhir tahun.
“Capaian ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan publik kepada Lazismu Lampung. Kepercayaan itu harus dijaga melalui pengelolaan yang profesional, transparan, dan program yang berdampak,” ujar Syafrimen dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Lazismu Lampung 2026 yang digelar pada 23–24 Desember 2025.
Berdasarkan kinerja tersebut, Lazismu Lampung menetapkan target penghimpunan 2026 sebesar Rp15.843.689.467. Target ini merupakan bagian dari sasaran nasional Lazismu sebesar Rp801.472.161.875. Upaya pencapaiannya diarahkan melalui penguatan basis penghimpunan di seluruh kantor layanan, optimalisasi kanal digital, perluasan kemitraan strategis, serta penajaman program pendayagunaan berbasis kebutuhan lokal dan pengukuran dampak.

Rakerwil diikuti 91 peserta yang berasal dari Kantor Perwakilan Wilayah, 13 Kantor Wilayah Pembantu, dan 13 Kantor Layanan Lazismu se-Lampung. Forum ini juga dihadiri perwakilan Lazismu Pusat, pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah, organisasi otonom, amal usaha Muhammadiyah, serta mitra strategis.
Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Gunawan Hidayat, S.T., M.T., menyampaikan bahwa Lazismu secara nasional memasuki fase penguatan tata kelola dan integrasi program. Menurutnya, inovasi sosial harus ditopang sistem yang terhubung dan berbasis data agar dampak kerja lembaga dapat diukur secara jelas.
“Inovasi sosial Lazismu harus dibangun di atas sistem yang terintegrasi, berbasis data, dan mampu menunjukkan dampak yang terukur,” kata Gunawan.
Ia menambahkan, digitalisasi, profesionalitas amil, dan pemeliharaan kepercayaan publik menjadi fondasi pengembangan Lazismu pada periode 2026–2030.
Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Lampung yang membidangi Lazismu, Dr. Samsul Hilal, S.Ag., M.Ag., menyebut Lazismu memiliki peran strategis sebagai instrumen dakwah Muhammadiyah di ranah sosial.
“Lazismu adalah bagian dari gerakan dakwah Muhammadiyah yang bekerja langsung menjawab persoalan umat secara nyata,” kata Samsul.


