Lensa yang Melegenda, Sumu Pati Cecap Resep Sukses Hafara Group

Must Read

PATI, JAKARTAMU.COM | H. Yoyok Legio pernah hidup penuh keterbatasan. Sebagai anak pembuat getuk dan buruh tani, dia harus mencari jalan keluar dari tekanan ekonomi keluarga. Pilihannya jatuh pada kacamata. Dari kaki lima, ia berkeliling menjajakan lensa sederhana, hingga pada 1995 memberanikan diri mengurus izin resmi optik.

Keputusan itu menjadi titik penting yang membuka jalan bagi pertumbuhan berkelanjutan. Sejak saat itu, langkah kecilnya berubah menjadi pijakan besar yang melahirkan jaringan usaha bernama Hafara Group. “Kami memulai dari nol,” ujar Yoyok berbagi kisah kepada 25 pelaku usaha lokal dalam Kopdar Serikat Usaha Muhammadiyah (Sumu) Pati, Jawa Tengah, Minggu (24/8/2025).

Ya, lensa selalu identik dengan peluang bagi Yoyok.  Namun yang lebih besar mendorongnya keras itu adalah ada motivasinya yang tak pernah surut, yaitu membahagiakan orang tua. “Ketika lelah, saya teringat wajah orang tua. Itu yang membuat saya bangkit kembali,” katanya.

Yoyok meyakini doa orang tua adalah fondasi utama, bahkan sebelum hal-hal lain diperlajari dan dilakukan. “Sebelum bicara soal kerja keras, inovasi, atau strategi, kunci sukses paling utama adalah doa orang tua. Itu sumber keberkahan dan kekuatan saya,” tutur Yoyok

Milad 117 H Muhammadiyah

Hafara Group kemudian tumbuh dengan diferensiasi. Peremajaan peralatan, peningkatan infrastruktur, hingga standar layanan yang konsisten menjadi investasi jangka panjang. “Targetnya menjadi yang terbaik di antara yang terbaik,” ujarnya.

Namun dia tak hanya mengandalkan teknologi. Ada budaya pelayanan kekeluargaan yang ia tanamkan kepada seluruh staf. “Pelanggan harus diperlakukan seperti keluarga. Dari situ kepercayaan lahir, lalu melahirkan loyalitas,” jelasnya.

Dalam kepemimpinan, ia menekankan integritas dan keteladanan. “Pemimpin harus menjadi contoh dalam bekerja.” Di sisi internal, kesejahteraan karyawan ia anggap instrumen penting untuk menciptakan mental pemenang dan ekosistem kerja yang stabil.

Tak sebatas ekspansi gerai, Yoyok ingin Hafara Group dikenang lewat kontribusi sosial. “Saya ingin dikenang sebagai pemilik bisnis yang berkontribusi kepada masyarakat,” tegasnya.

Forum bertema “Dari Lensa Menjadi Legenda ini dipandu Ketua Koordinator Sumu Pati, Dede Hermawan. Dia mengatakan, kisah H. Yoyok membuktikan bahwa kerja keras, doa, dan keberanian mengambil peluang dapat mengubah keterbatasan menjadi kekuatan.

”Inilah esensi yang ingin dihadirkan Sumu dalam setiap kopdar: menghadirkan inspirasi nyata bagi para pelaku usaha untuk terus tumbuh dan memberi manfaat,” kata Dede. (*)

Perkuat Dakwah Urban, Muhammadiyah Jakarta Selatan Bangun Sinergi Strategis

JAKARTAMU.COM | Kolaborasi antarcabang dalam struktur organisasi menjadi kunci penting untuk memperluas dampak sosial dan keagamaan bagi masyarakat. Semangat...

More Articles Like This