Palestina, Kuburan Jurnalis Dunia 2025

Must Read

JAKARTAMU.COM | Tahun 2025 menorehkan catatan kelam bagi kebebasan pers. Menurut laporan International Federation of Journalists (IFJ), sebanyak 128 jurnalis tewas sepanjang tahun lalu. Dari jumlah tersebut, 56 korban berasal dari Palestina, menjadikan wilayah itu sebagai tempat paling berbahaya bagi pekerja media.

Perang berkepanjangan di Gaza menjadi faktor utama tingginya angka kematian jurnalis. IFJ menegaskan, lebih dari sepertiga korban global berasal dari konflik Israel-Palestina. Banyak di antara mereka tewas saat meliput serangan udara maupun operasi militer.

Laporan lain dari Reporters Without Borders (RSF) menyebutkan, sejak pecahnya perang Gaza pada 2023, militer Israel telah menewaskan hampir 220 jurnalis. RSF menilai, sebagian besar korban bukanlah “efek samping perang”, melainkan akibat langsung dari serangan yang menargetkan pekerja media.

Selain Palestina, Meksiko dan beberapa negara Amerika Latin juga tercatat sebagai wilayah berbahaya bagi jurnalis, terutama akibat kekerasan kartel narkoba. Namun, angka kematian di Gaza jauh melampaui kawasan lain, menjadikan Timur Tengah sebagai region paling mematikan bagi profesi pers.

Milad 117 H Muhammadiyah

Tragedi ini memicu kecaman luas dari komunitas internasional. Serikat jurnalis di berbagai negara menggelar aksi solidaritas, termasuk di Madrid dan Ramallah, dengan membawa poster serta peti mati simbolis bertuliskan “Stop the media genocide”.

Organisasi pers menuntut perlindungan lebih kuat bagi jurnalis di zona konflik, serta akuntabilitas terhadap pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas pembunuhan sistematis terhadap pekerja media.

Fenomena ini menegaskan bahwa jurnalisme di zona konflik adalah pengorbanan nyawa. Di saat yang sama, angka kematian yang tinggi di Gaza menunjukkan betapa rapuhnya perlindungan terhadap kebebasan pers di tengah perang.

Dalam konteks global, tren ini memperlihatkan ancaman serius terhadap hak publik untuk mendapatkan informasi. Kematian jurnalis bukan hanya tragedi personal, tetapi juga kehilangan kolektif bagi masyarakat dunia.

Perkuat Dakwah Urban, Muhammadiyah Jakarta Selatan Bangun Sinergi Strategis

JAKARTAMU.COM | Kolaborasi antarcabang dalam struktur organisasi menjadi kunci penting untuk memperluas dampak sosial dan keagamaan bagi masyarakat. Semangat...

More Articles Like This