JAKARTAMU.COM | Sadar akan pentingnya pilar dakwah di bidang ekonomi, Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah berkunjung ke Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan, Selasa (25/11/2025). Di salah satu pondok pesantren terbesar NU itu, PP Muhammadiyah melaksanakan studi komparatif sekaligus penjajakan kolaborasi.
Bendahara Majelis Tablig PP Muhammadiyah, Achmad Supriyadi menyampaikan kedatangannya ke Ponpes Sidogiri bertujuan menjalin kolaborasi membangun ekonomi syariah berbasis keumatan. Dia melihat Ponpes Sidogiri cukup sukses dalam implementasi mensejahterakan umat.
“Kami ingin melihat bagaimana nilai-nilai ilahiah diterjemahkan menjadi sistem ekonomi yang menyejahterakan, bukan hanya memperkaya segelintir orang,” ujarnya.
Baca juga: Muhammadiyah Resmi Meluncurkan Toko Ritel Mentarimart


Wakil Sekretaris Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Waluyo berharap dengan jaringan yang dimiliki Muhammadiyah dapat menjadi bekal untuk membangun ekonomi umat. Terlebih setelah mendapat ilmu dari praktik ekonomi oleh Ponpes Sidogiri ini.
“Dengan jejaringnya yang luas, Muhammadiyah insya Allah mampu bersinergi atau bahkan mengembangkan model serupa demi tegaknya izzul Islam wal Muslimin,” ungkapnya.
Harapan pun tumbuh agar silaturahmi antara Majelis Tabligh PP Muhammadiyah dan Pondok Pesantren Sidogiri menjadi awal kebangkitan ekonomi umat yang penuh keberkahan.
Bagaimana tanggapan Ponpes Sidogiri? Pengurus Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Sidogiri Saiful Ulum bahwa Kopontren Sidogiri yang berdiri tahun 1962 kini telah menjadi jaringan ritel terbesar di Indonesia yang dikelola pesantren.
Sidogiri juga tengah menyiapkan langkah ekspansi terukur melalui konsep mini Basmalah yang menyasar lokasi-lokasi strategis seperti terminal, stasiun, rumah sakit, dan kampus. Data 2024 menunjukkan perkembangan mengesankan: 289 toko Basmalah telah tersebar di 16 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Sumber: muhammadiyah.or.id


