JAKARTAMU.COM | Ribuan warga Palestina tetap memadati kompleks Masjid Al-Aqsa untuk menunaikan salat Jumat (14/11/2025), meski dihadang pembatasan ketat oleh otoritas Israel. Akses menuju situs suci umat Islam itu dijaga ketat oleh pasukan bersenjata, yang melakukan pemeriksaan identitas dan membatasi pergerakan jamaah sejak pagi hari.
Menurut laporan dari sumber lokal, aparat Israel menempatkan barikade logam di sejumlah gerbang utama menuju Al-Aqsa, termasuk Gerbang Damaskus dan Gerbang al-Sahira. Sejumlah pemuda Palestina dilaporkan ditolak masuk ke kompleks masjid, sementara lainnya harus melalui pemeriksaan berlapis sebelum diizinkan melanjutkan perjalanan.
Meski demikian, semangat warga Palestina untuk beribadah tidak surut. Mereka tetap hadir dalam jumlah besar, memenuhi halaman masjid dan menunaikan salat Jumat dengan khusyuk. Bagi banyak warga, kehadiran di Al-Aqsa bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga bentuk perlawanan damai terhadap pembatasan yang dianggap diskriminatif.
Pembatasan akses ke Al-Aqsa telah menjadi isu yang berulang dalam beberapa tahun terakhir, terutama pada hari-hari besar keagamaan. Langkah ini kerap memicu ketegangan antara warga Palestina dan aparat Israel, serta mendapat sorotan dari komunitas internasional.

Masjid Al-Aqsa, yang terletak di Kota Tua Yerusalem, merupakan situs suci ketiga bagi umat Islam. Bagi warga Palestina, masjid ini juga menjadi simbol identitas dan keteguhan dalam mempertahankan hak atas tanah dan tempat ibadah mereka.
Kehadiran ribuan jamaah di tengah tekanan dan pembatasan menunjukkan bahwa Al-Aqsa tetap menjadi pusat spiritual dan simbol perlawanan yang tak tergoyahkan.


