“BANGUNLAH jiwanya, bangunlah badannya, untuk Indonesia Raya.” Syair lagu Indoneta Raya ciptaan W.R. Supratman itu menjadi membuka kajian Ahad Pagi di Masjid At Tanwir PP Muhammadiyah, Minggu (12/10/2025).
Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah Dr. KH. Saad Ibrahim, M.A mengajak para jemaah untuk menata ulang cara berpikir tentang makna kesehatan. Sebab kesehatan akal pikiran jauh lebih penting daripada sekadar kuatnya fisik.
“Jiwa itu lebih penting daripada fisik,” ujar Kiai Saad di hadapan jemaah yang sebagian besar ibu-ibu Aisyiyah, setelah mengikuti mengikuti senam bersama di halaman PP Muhammadiyah.
Dalam ceramahnya, Kiai Saad menegaskan bahwa pikiran yang sehat menentukan ketenangan jiwa dan kestabilan tubuh. Pikiran yang terganggu, katanya, dapat memicu kerusakan fisik karena fungsi tubuh dikendalikan oleh sistem yang terhubung dengan kondisi mental seseorang. “Rudolf Wage Supratman mendapat ilham dari Allah SWT, hingga menempatkan jiwa lebih dulu dari raga. Itu makna yang sangat dalam,” ujarnya.

Kiai Saad kemudian mengutip firman Allah dalam Surah Al-A’raf ayat 172:
وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنۢ بَنِىٓ ءَادَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا۟ بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَآ ۛ
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka: ‘Bukankah Aku ini Tuhanmu?’ Mereka menjawab: ‘Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.’”
Menurutnya, dialog ilahiah itu terjadi bukan dalam bentuk fisik, melainkan dalam wujud jiwa. Dari situlah manusia pertama kali menyatakan pengakuan atas ketuhanan Allah.
Dalam bagian lain, Kiai Saad mengingatkan Al-Qur’an memuat enam ayat tentang syifa’ (obat), dan hanya satu yang merujuk pada penyembuhan fisik—madu dalam Surah An-Nahl ayat 69. Lima lainnya berbicara tentang penyembuhan rohani melalui keimanan dan bacaan Al-Qur’an.
Allah yang menyebut bahwa Al-Qur’an “melegakan hati orang-orang yang beriman” dalam Surah At-Taubah ayat 14, serta menjadi “penyembuh bagi penyakit-penyakit yang berada dalam dada” sebagaimana termaktub dalam Surah Yunus ayat 57. Dalam Surah Al-Isra’ ayat 82 ditegaskan pula bahwa Al-Qur’an adalah “penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” Sedangkan dalam Surah Asy-Syu’araa’ ayat 80, Nabi Ibrahim berdoa, “Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku.” Pesan serupa diulang kembali dalam Surah Fussilat ayat 44 yang menyebut, “Al-Qur’an itu petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin.”
Kiai Saad mengajak jemaah melakukan doa khatmil Qur’an dan doa khusus untuk kesehatan lahir batin. “Kita butuh kesehatan yang prima dalam rangka berkhidmat di Muhammadiyah,” katanya, sebelum jamaah menutup majelis dengan zikir bersama. (*)


