PEMALANG, JAKARTAMU.COM | Perayaan Milad ke-113 Muhammadiyah di Randudongkal diisi dengan cara yang berbeda. Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PCM Randudongkal mengajak warga Persyarikatan menonton film Buya Hamka bersama di kantor PCM pada Senin malam, 17 November 2025. Acara itu diikuti para kader dan menjadi ruang pertemuan yang hangat di tengah rangkaian kegiatan Milad.
Pilihan pada film Buya Hamka bukan tanpa alasan. Kisah hidup ulama dan sastrawan besar itu dipandang relevan dengan tema keteladanan yang terus menjadi bagian penting dalam gerakan Muhammadiyah. Nilai perjuangan, kedisiplinan dakwah, serta keberanian moral yang tergambar dalam film dianggap selaras dengan karakter dakwah Persyarikatan.

Sekretaris PCM Randudongkal, A. Sisyanto, A.Ma., yang mewakili ketua PCM, menuturkan bahwa film ini dipilih untuk memperkuat penghayatan atas perjuangan tokoh bangsa yang kehidupannya dekat dengan misi Muhammadiyah. Ia berharap acara tersebut memberi ruang refleksi bagi generasi muda tentang bagaimana keteguhan sikap dapat menjadi penopang perjuangan di berbagai bidang.
“Melalui film ini, kita bisa melihat bagaimana Buya Hamka menjalani jalan dakwah dengan kecerdasan, ketekunan, dan keberanian. Nilai seperti itu penting untuk kita teruskan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat sejak pemutaran dimulai. Sejumlah kader menyampaikan bahwa kisah Buya Hamka memberi dorongan baru untuk memperluas peran dakwah di lingkungan masing-masing dan menguatkan komitmen terhadap kerja pemberdayaan masyarakat.
Selain menghadirkan ruang belajar bersama, kegiatan nobar ini juga mempererat hubungan antarwarga Persyarikatan. Dalam suasana santai, para peserta dapat berdiskusi, bertukar pandangan, dan merasakan kembali semangat kebersamaan yang menjadi ciri gerakan Muhammadiyah. Momentum itu sekaligus menambah semarak peringatan milad ke-113 Muhammadiyah di Randudongkal dan menjadi penanda bahwa syiar dapat tumbuh melalui banyak cara, termasuk melalui medium budaya populer seperti film.


