JAKARTAMU.COM | Sebuah serangan drone menghantam Masjid Sheikh Ahmed al-Badawi di Al-Rahad, Negara Bagian Kordofan Utara, Sudan, Rabu (11/2) dini hari. Serangan itu menewaskan tiga anak dan melukai sedikitnya 13 orang lainnya. Para korban diketahui tengah belajar Al-Quran ketika serangan terjadi.
Jaringan Dokter Sudan (Sudan Doctors Network) menyebut serangan dilakukan oleh pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF), yang sejak tiga tahun terakhir terlibat perang saudara dengan Angkatan Bersenjata Sudan. “Menargetkan anak-anak di dalam masjid adalah pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional dan merupakan kejahatan yang tidak dapat dibenarkan,” demikian pernyataan organisasi tersebut.
Insiden ini menambah daftar panjang serangan udara yang kian meningkat di wilayah Kordofan dan Darfur. Hanya beberapa jam sebelumnya, sebuah sekolah dasar di Dilling, Kordofan Selatan, juga dilaporkan terkena serangan udara yang menyebabkan sejumlah siswa terluka.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa eskalasi serangan udara di Sudan telah menempatkan warga sipil dan pekerja kemanusiaan dalam risiko besar. Gudang milik Program Pangan Dunia (WFP) di Kadugli, Kordofan Selatan, bahkan ikut rusak akibat hantaman roket.

Perang saudara antara RSF dan militer Sudan sejak 2023 telah menimbulkan krisis kemanusiaan yang parah. Ribuan warga sipil tewas, jutaan lainnya mengungsi, sementara fasilitas publik seperti sekolah, rumah sakit, dan tempat ibadah terus menjadi sasaran serangan.
Sumber: Al-Jazeera


