MAKASSAR, JAKARTAMU.COM | SMK Muhammadiyah se-DKI Jakarta melakukan study tiru ke SMK Muhammadiyah 2 Bontoala, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (13/2/2026). Kegiatan ini adalah upaya menggali praktik baik pengelolaan SMK berbasis kebutuhan industri di tengah ketatnya persaingan pendidikan vokasi.
Abdul Munir, kepala SMK Muhammadiyah 2 Bontoala menyampaikan, kunjungan ini memperkuat sinergi antar-SMK Muhammadiyah lintas daerah. Dia menerangkan bahwa saat ini SMK Muhammadiyah 2 Bontoala memiliki delapan kompetensi keahlian produktif dengan 380 siswa.
Penguatan karakter menjadi fondasi utama melalui pembinaan Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (Ismuba), pembiasaan salat duha sebelum KBM, serta salat duha bersama di Masjid Raya Makassar. Dari sisi teknologi, sekolah juga menerapkan absensi digital berbasis face recognition.
“Ketika sekolah negeri digratiskan, kami memilih jalan berbeda untuk memastikan lulusan benar-benar siap kerja. Caranya melalui diklat dan magang industri yang terstruktur serta bersertifikat,” kata Abdul Munir.

Program unggulannya berupa enam bulan diklat dan enam bulan magang industri, tanpa ujian akhir, karena kompetensi siswa telah teruji dan dilengkapi sertifikasi. Hingga kini, model ini menjadi pembeda karena belum diterapkan sekolah lain di Makassar, meski masih terkendala izin sebagian wali murid untuk penempatan kerja di luar kota.
Pada 2026, bertepatan dengan Rakornas SMK se-Indonesia, sekolah ini juga menjalin MoU dengan Yamaha Motor guna memperkuat citra, meningkatkan keterampilan siswa, serta membuka peluang kerja bagi alumni. Dengan SPP sekitar Rp300 ribu per bulan, sekolah mengandalkan kemitraan industri dan jejaring alumni sebagai strategi utama membangun kepercayaan masyarakat.
Penulis: Usman Andrianto


