UIA Jajaki Kerja Sama Akademik di Uni Emirat Arab

Must Read

JAKARTAMU.COM | Universitas Islam As-syafi’iyah (UIA) melakukan penjajakan kerja sama akademik dengan sejumlah institusi pendidikan dan riset di Persatuan Emirat Arab (PEA) pada awal Februari 2026. Langkah ini diarahkan untuk memperluas jejaring internasional perguruan tinggi berbasis keislaman sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam diplomasi pendidikan dan kebudayaan Islam.

“Kerja sama ini kami arahkan pada riset kolaboratif, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengembangan program akademik yang relevan dengan kebutuhan global,” ujar Rektor UIA Prof. Masduki Ahmad dalam siaran pers, dikutip Rabu (4/1/2026).

Didampingi Direktur Lembaga Kajian Islam dan Timur Tengah (Lemkitt) UIA Muladi Mugheni, Rektor UIA melakukan kunjungan akademik ke Abu Dhabi, Dubai, dan Sharjah pada 2–3 Februari 2026. Di Abu Dhabi, delegasi UIA berdialog dengan Muhammad Bin Zayed University for Humanities (MBZUH), perguruan tinggi yang dikenal kuat dalam studi humaniora Islam, moderasi beragama, dialog peradaban, serta riset Islam kontemporer. UIA dan MBZUH menjajaki kerja sama riset bersama, pertukaran sivitas akademika, hingga pengembangan short course dan kurikulum Islam moderat.

Masih di Abu Dhabi, UIA juga melakukan pertemuan dengan Abu Dhabi Forum for Peace (ADFP), lembaga internasional yang aktif dalam isu perdamaian dunia, resolusi konflik, dan etika kemanusiaan, yang dipimpin Mufti Agung PEA Syaikh Abdulla Bin Bayyah. Menurut Prof. Masduki, kolaborasi dengan ADFP membuka ruang kontribusi kampus Islam Indonesia dalam diplomasi nilai melalui kegiatan pengabdian masyarakat internasional dan penguatan narasi Islam rahmatan lil ‘alamin di tingkat global.

Milad 117 H Muhammadiyah

Dalam bidang inovasi pendidikan, UIA menjajaki kemitraan dengan Alef Education, lembaga pengembangan pendidikan dan bahasa Arab berbasis teknologi. Kerja sama ini diproyeksikan mendukung peningkatan kompetensi bahasa Arab, literasi digital, serta transformasi pembelajaran di lingkungan perguruan tinggi keislaman agar lebih adaptif terhadap perkembangan global.

Kunjungan dilanjutkan ke Sharjah dengan menyambangi Universitas Al-Qasimia, perguruan tinggi Islam internasional yang memiliki kekuatan pada integrasi ilmu-ilmu keislaman, bahasa Arab, serta ilmu sosial dan humaniora. UIA melihat Universitas Al-Qasimia sebagai mitra strategis untuk pengembangan konferensi bersama, penelitian kolaboratif lintas kawasan, serta penguatan program bahasa Arab bagi penutur non-Arab.

Prof. Masduki menyatakan bahwa internasionalisasi perguruan tinggi keislaman membawa dampak akademik sekaligus posisi strategis Indonesia dalam diplomasi pendidikan. “Melalui kerja sama akademik internasional, kampus hadir sebagai duta nilai, membawa pesan Islam moderat, kebangsaan, dan perdamaian,” katanya.

Rangkaian kunjungan ini difasilitasi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, khususnya Direktorat Timur Tengah, serta didukung Duta Besar Republik Indonesia untuk PEA Judha Nugraha dan Konsul Jenderal Republik Indonesia di Dubai Denny Lesmana. Delegasi UIA juga melakukan courtesy call kepada Duta Besar PEA untuk Republik Indonesia, Abdulla Salem AlDhaheri, di Jakarta.

Ketua Yayasan Perguruan Tinggi As-syafi’iyah (YAPTA) Prof. Dailami Firdaus menyebut langkah UIA sejalan dengan visi pendiri UIA, KH. Abdullah Syafi’i, yang diteruskan oleh Prof. Tuti Alawiyah. “Pendidikan tinggi Islam kami pandang sebagai jembatan peradaban. Jejaring global perlu dibangun tanpa melepaskan jati diri keislaman dan keindonesiaan,” ujarnya.

Hasil penjajakan kerja sama ini akan ditindaklanjuti melalui pembentukan tim khusus UIA untuk merumuskan nota kesepahaman dan program konkret di bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat bersama mitra-mitra di Persatuan Emirat Arab.

Perkuat Dakwah Urban, Muhammadiyah Jakarta Selatan Bangun Sinergi Strategis

JAKARTAMU.COM | Kolaborasi antarcabang dalam struktur organisasi menjadi kunci penting untuk memperluas dampak sosial dan keagamaan bagi masyarakat. Semangat...

More Articles Like This