Universitas Paramadina Perkuat Kapasitas Kader Posyandu Merawat Lansia

Must Read

JAKARTAMU.COM | Masalah psikologis pada warga lanjut usia kerap tidak mendapatkan perhatian yang memadai. Padaha relasi yang hangat dan komunikasi yang suportif merupakan kebutuhan utama para lansia untuk menjalani kehidupan. Situasi inilah yang mendorong Magister Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina melaksanakan program Sapa Lansia, ruang belajar bagi kader posyandu agar mampu mendampingi lansia dengan pendekatan yang lebih manusiawi.

Program ini merupakan bagian dari kegiatan CSR Universitas Paramadina. Digelar di Gedung SMESCO, Jakarta, Selasa (2/12/2025). Kegiatan menyasar warga RW 04, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Sebanyak 37 peserta ikut serta, terdiri dari tujuh kader posyandu dan tiga puluh lansia yang dilibatkan dalam sesi praktik.

Kegiatan difokuskan pada upaya untuk menjawab dua kebutuhan paling mendesak bagi lansia, yakni menjaga kesehatan fisik dasar dan membangun relasi komunikasi yang mendukung kesejahteraan mental mereka.

Baca juga: Universitas Paramadina Bangun Masa Depan Desa Parung Mulya Lebih Terang

Milad 117 H Muhammadiyah
Para kader Posyandu RW 04 Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, menghadiri acara Sapa Lansia di Gedung SMESCO, Jakarta, Selasa (2/12/2025). Foto/istimewa

Pelatihan dibagi dalam dua sesi. Bagian pertama berupa gerakan fisik sederhana untuk menjaga kelenturan tubuh lansia, dipandu mahasiswa fasilitator. Pada sesi kedua, peserta mempelajari teknik dasar komunikasi empatik, seperti mendengarkan aktif, penggunaan bahasa tubuh yang ramah, dan kemampuan memvalidasi perasaan lawan bicara. Simulasi percakapan antara kader dan lansia menjadi bagian penting untuk melatih kepekaan dan membangun interaksi yang lebih natural.

Untuk memastikan keberlanjutan manfaat kegiatan, Universitas Paramadina menyusun buku saku Sapa Lansia: Seni Berkomunikasi dengan Lansia. Buku tersebut dibagikan kepada kader dan keluarga sebagai panduan praktis yang dapat digunakan sehari-hari.

Ketua Panitia Sapa Lansia, Eka Abraham menjelaskan, komunikasi empatik memberi ruang aman bagi lansia untuk menyampaikan perasaan dan pikirannya tanpa merasa diabaikan. Hubungan yang hangat tersebut memungkinkan para lansia menjalani masa tua dengan dukungan emosional yang cukup.

“Melalui Sapa Lansia, kami membekali kader Posyandu dengan pelatihan komunikasi empatik agar mereka semakin andal dalam mendampingi kelompok lansia,” ujar Eka Abraham dalam keterangan tertulis, Rabu (10/12/2025).

Baca juga: Mahasiswa Universitas Paramadina Gagas Program Pengurangan Sampah Libatkan ABK

Ketua Program Studi Magister Ilmu Komunikasi, Juni Alfiah Chusjairi Ph.D, menilai Sapa Lansia adalah wujud nyata pembelajaran berbasis pengabdian masyarakat. Lewat kegiatan ini mahasiswa dapat mengaplikasikan teori pada kegiatan yang berdampak langsung bagi warga.

Sementara itu, Dosen Komunikasi Korporat dan Pemberdayaan Sosial, Dr. Rini Sudarmanti mengatakan, komunikasi empatik membutuhkan praktik yang relevan dalam interaksi sehari-hari, terutama bagi kader yang berhadapan langsung dengan warga lanjut usia.

Perwakilan Kelurahan Mampang Prapatan, Ela, menyambut baik inisiatif ini dan menilai bahwa pelatihan memberi dampak langsung bagi warga. Ketua RW 04, Syarifudin, berharap kegiatan serupa dapat berlangsung rutin agar kualitas pendampingan lansia semakin meningkat.

Ketua kader Posyandu RW 04, Kholilah, mengapresiasi kesempatan belajar tersebut. Ia merasakan manfaat langsung dari materi yang diberikan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kampus Paramadina. Semoga kegiatan ini ke depannya bisa dirutinkan sehingga makin bermanfaat untuk kita, khususnya pendamping lansia,” ujar Kholila.

Perkuat Dakwah Urban, Muhammadiyah Jakarta Selatan Bangun Sinergi Strategis

JAKARTAMU.COM | Kolaborasi antarcabang dalam struktur organisasi menjadi kunci penting untuk memperluas dampak sosial dan keagamaan bagi masyarakat. Semangat...

More Articles Like This