JAKARTAMU.COM | Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Pimpinan Pusat Muhammadiyah memulai rangkaian Program Ramadan 1447 Hijriah melalui kegiatan kick off yang digelar di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka), Jakarta, Kamis (15/1/2026). Program ini menjadi penanda dimulainya berbagai agenda Lazismu selama Ramadan dengan fokus penguatan peran zakat bagi kesejahteraan masyarakat.
Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hilman Latief, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Lazismu Pusat dan seluruh jajarannya yang dinilai konsisten menjalankan program-program pemberdayaan sepanjang satu tahun terakhir.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada Lazismu dan seluruh jajaran atas kerja keras yang telah dilakukan. Ikhtiar yang terus dijaga ini diharapkan memberi manfaat yang semakin luas bagi masyarakat,” ujar Hilman dalam sambutannya.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, mengatakan Ramadan merupakan periode penting untuk meningkatkan pemahaman publik mengenai zakat dan filantropi Islam. Menurutnya, edukasi tidak berhenti pada zakat fitrah, tetapi juga mencakup sedekah, infak, dan fidyah.
“Ramadan memberi ruang yang besar untuk saling mengingatkan, bukan hanya soal zakat fitrah, tetapi juga sedekah, infak, fidyah, serta bentuk kepedulian sosial lainnya,” kata Rais.

Dalam kegiatan tersebut, Rais memaparkan lima program utama Lazismu Pusat selama Ramadan 1447 H, yakni Back to Masjid, Tebar Takjil, Kado Ramadan, Program Lansia, dan Mudikmu Aman. Seluruh program dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat dan dilaksanakan melalui kerja sama dengan majelis serta lembaga di lingkungan Muhammadiyah.
Rangkaian program Ramadan ini diarahkan untuk memperkuat fungsi zakat sebagai instrumen sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat, sejalan dengan tema “Zakat Majukan Kesejahteraan Bangsa”.


