100 Ribu Warga Palestina Tarawih di Masjid Al-Aqsa di Bawah Ancaman Senjata Israel

Must Read

JAKARTAMU.COM | Sekitar 100.000 jemaah dilaporkan memadati kompleks Masjid Al-Aqsa pada Jumat (20/2/2026) malam. Ribuan warga Palestina tersebut tetap khusyuk menunaikan ibadah salat isya dan tarawih meski berada di bawah bayang-bayang pengetatan keamanan ekstrem oleh otoritas Israel.

​Departemen Wakaf Islam di Yerusalem menyatakan bahwa lautan manusia memenuhi pelataran masjid hingga ke sudut-sudut kompleks. Kehadiran jemaah dalam jumlah besar ini menjadi simbol keteguhan di tengah berbagai rintangan birokrasi dan fisik yang kian mencekik akses menuju Kota Tua Yerusalem selama bulan suci Ramadan.

​Tahun ini, perjalanan menuju Al-Aqsa bagi warga Palestina dari Tepi Barat terasa lebih terjal. Pemerintah Israel memberlakukan syarat persetujuan keamanan yang ketat, yang lebih sering sulit ditembus sebagian besar penduduk. Di pintu-pintu masuk utama, seperti Pos Pemeriksaan Kalandia di utara dan Pos Pemeriksaan 300 di selatan Yerusalem, ribuan warga tertahan. Mereka hanya bisa memandang dari kejauhan saat petugas keamanan menolak izin masuk mereka.

Baca juga: Palestina, Kuburan Jurnalis Dunia 2025

Milad 117 H Muhammadiyah

Blokade dan Penjagaan Ketat

​Pantauan di lapangan menunjukkan pengerahan besar-besaran personel keamanan Israel di titik-titik krusial menuju kota dan gerbang-gerbang kompleks masjid. Tindakan ini merupakan bagian dari kebijakan pengamanan yang diklaim otoritas setempat untuk menjaga ketertiban, namun oleh warga Palestina dianggap sebagai upaya sistematis untuk membatasi hak beribadah.

​Tak hanya pembatasan fisik di pos pemeriksaan, Departemen Wakaf juga mencatat bahwa baru-baru ini otoritas pendudukan telah mengeluarkan perintah pelarangan masuk bagi sedikitnya 300 warga Palestina asal Yerusalem. Mereka dilarang mendekati area masjid tanpa alasan yang jelas, menambah panjang daftar hambatan bagi komunitas Muslim setempat.

​Ketegangan sempat meningkat pada siang harinya, menyusul laporan masuknya sejumlah pihak yang memicu provokasi di area kompleks, termasuk tindakan pejabat berhaluan kanan Israel. Namun, bagi 100.000 jemaah yang berhasil masuk, malam itu tetap menjadi ruang refleksi dan doa.

​Bagi warga Palestina, keberhasilan mencapai Al-Aqsa bukan sekadar tentang menjalankan rukun ibadah, melainkan sebuah pernyataan eksistensi. Di bawah temaram lampu-lampu kota yang diduduki, barisan saf yang rapat itu mengirimkan pesan tentang daya lentur spiritualitas yang melampaui tembok-tembok beton dan kawat berduri.

Perkuat Dakwah Urban, Muhammadiyah Jakarta Selatan Bangun Sinergi Strategis

JAKARTAMU.COM | Kolaborasi antarcabang dalam struktur organisasi menjadi kunci penting untuk memperluas dampak sosial dan keagamaan bagi masyarakat. Semangat...

More Articles Like This