50 Desa Transmigrasi di 14 Provinsi Masuk Prioritas Program Lisdes

Must Read

JAKARTAMU.COM | Program listrik desa (Lisdes) diperluas ke kawasan transmigrasi. Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menyampaikan bahwa kebutuhan listrik bagi desa-desa transmigrasi menjadi bagian penting dari pembangunan di wilayah baru.

Hal itu ia sampaikan seusai rapat koordinasi dengan Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung di Gedung Dirjen Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (2/9/2025). Menurut Viva Yoga, kerja sama kedua kementerian sudah terjalin sejak masa transmigrasi berada di bawah Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi melalui nota kesepahaman dengan PLN.

“Keinginan untuk mengaliri listrik di kawasan transmigrasi dikonkretkan saat transmigrasi menjadi kementerian tersendiri. Desa-desa transmigrasi yang belum ada aliran listrik melaporkan kepada dinas transmigrasi setempat dan selanjutnya diteruskan ke Kementerian Transmigrasi. Kita verifikasi secara aktual dan faktual di lapangan,” ujarnya.

Baca juga: 2.000 Peneliti Diterjunkan ke 154 Kawasan Transmigrasi

Milad 117 H Muhammadiyah

Hingga saat ini, tercatat ada 50 desa transmigrasi yang belum teraliri listrik. Jumlah itu tersebar di 14 provinsi, 24 kabupaten, dan 40 kecamatan. Nusa Tenggara Timur menempati posisi tertinggi dengan 13 desa.

Kondisi ini banyak dipengaruhi faktor akses. Di beberapa lokasi, jarak antara desa dengan tiang distribusi listrik terakhir cukup jauh. Di Sulawesi Barat, Desa Batu Parigi (UPT Saluandeang dan Salulisu), Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, menjadi titik distribusi terdekat. Sedangkan di Sulawesi Tengah, Desa Oloboju, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, berjarak hingga 50 kilometer dari tiang distribusi terakhir.

“Semua akan dialiri listrik dengan prioritas desa yang maksimal berjarak 75 meter dari tiang listrik distribusi terakhir,” kata Viva Yoga.

Dia mengatakan, Kementerian Transmigrasi tidak memiliki anggaran untuk memasang tiang listrik. Karena itu kerja sama ini membuat program lebih efisien, seperti harapan Presiden Prabowo membentuk kabinet yang besar, efisien, dan efektif.

Baca juga: Kaltara Minta Pusat Fokus Kembangkan Kawasan Transmigrasi Lama

Selain listrik jaringan, terdapat peluang pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di beberapa kawasan transmigrasi. Beberapa lokasi yang disebut antara lain Kawasan Selaut di Kabupaten Simeulue dan Kawasan Woyla di Kabupaten Aceh Barat (Aceh), Kawasan Arsel Kolam di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kalimantan Tengah), Kawasan Tampolore di Kabupaten Poso (Sulawesi Tengah), serta Kawasan Ponu di Kabupaten Timor Tengah Utara (Nusa Tenggara Timur).

“Dari semua model pembangkit yang paling penting desa-desa yang ada di kawasan transmigrasi terang benderang seperti matahari,” ujar Viva Yoga.

Perkuat Dakwah Urban, Muhammadiyah Jakarta Selatan Bangun Sinergi Strategis

JAKARTAMU.COM | Kolaborasi antarcabang dalam struktur organisasi menjadi kunci penting untuk memperluas dampak sosial dan keagamaan bagi masyarakat. Semangat...

More Articles Like This