PEMALANG, JAKARTAMU.COM | Sejumlah perempuan dari berbagai daerah di Karesidenan Pekalongan berkumpul di Kabupaten Pemalang, Minggu (1/2/2026). Mereka datang membawa kegelisahan yang sama, yaitu bagaimana organisasi perempuan tetap relevan dan berdampak di tengah perubahan digital yang cepat dan kondisi sosial.
Pertemuan itu terbingkai dalam Rapat Koordinator Pimpinan Daerah (Rakor) yang digelar Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Pemalang bersama Nasyiatul Aisyiyah dan Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA). Tema yang diangkat adalah Perempuan Berkemajuan Membangun Generasi Hebat di Era Digital.
Rakor diikuti pimpinan Aisyiyah, Nasyiatul Aisyiyah, dan IGABA se-Karesidenan Pekalongan. Selain sebagai forum koordinasi, pertemuan ini menjadi ruang berbagi pengalaman antarwilayah tentang praktik penguatan perempuan, pendidikan anak, hingga kesiapsiagaan sosial.
Baca juga: Banjir Bandang Pemalang, Dapur Umum Muhammadiyah Layani 1.500 Porsi per Hari

Ketua PDA Pemalang Hj. Maesaroh menyebut Rakor sebagai kesempatan penting untuk saling belajar. Menurutnya, dinamika di setiap daerah berbeda, namun tantangan yang dihadapi kerap serupa. “Pertemuan ini memberi ruang bagi kita untuk bertukar pengalaman agar Aisyiyah di tiap daerah terus bertumbuh dan lebih siap menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Maesaroh juga menyinggung kondisi Pemalang yang belum lama ini menghadapi musibah. Situasi tersebut, katanya, mengingatkan bahwa peran organisasi perempuan tidak berhenti pada program rutin. “Aisyiyah harus hadir saat masyarakat membutuhkan, mulai dari penanganan awal hingga pemulihan,” katanya.
Nada serupa disampaikan Ketua Koordinator Aisyiyah Karesidenan Pekalongan, Dra. Rita Rachmawati, M.Pd. Ia menilai tantangan era digital menuntut perempuan memiliki ketangguhan ganda: mengelola peran domestik sekaligus berkiprah di ruang publik. Keseimbangan itu, menurutnya, berpengaruh besar pada proses pembentukan generasi.
Rita juga mengingatkan soal pemahaman fikih kebencanaan di lingkungan Aisyiyah hingga tingkat akar rumput. “Kesiapan menghadapi bencana perlu dibangun secara menyeluruh, tidak hanya fisik, tetapi juga mental dan spiritual,” ujarnya.
Baca juga: PDA Pemalang Serukan Gerakan Kolektif Lawan Kekerasan Perempuan dan Anak
Rakor secara resmi dibuka Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pemalang Sapto Suhendro. Ia mengapresiasi konsistensi Aisyiyah, Nasyiatul Aisyiyah, dan IGABA yang tetap menyusun agenda keumatan meski sejumlah wilayah tengah menghadapi situasi sulit.
Menurut Sapto, efektivitas gerakan organisasi sangat ditentukan oleh dua hal: kesiapan menghadapi risiko dan kekuatan relasi sosial. Dengan fokus tersebut, ia berharap program-program Aisyiyah dapat berjalan lebih terarah dan menyentuh kebutuhan nyata masyarakat.
Rangkaian Rakor diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an serta menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah oleh paduan suara IGABA Pemalang. Dari forum ini, para peserta membawa pulang satu kesepahaman: perubahan zaman tidak bisa dihindari, tetapi bisa dihadapi bersama, dengan kesiapan, jejaring, dan arah gerakan yang jelas.
Penulis: Kamal Hayat


