YOGYAKARTA, JAKARTAMU.COM | Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (DPD IMM DIY) periode 2025–2027 resmi dikukuhkan di Amphiteater Gedung AR Fachruddin Fakultas Kedokteran Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Sabtu (31/1/2026). Pengukuhan ini menandai pergantian kepemimpinan sekaligus arah baru gerakan IMM DIY ke depan.
Ketua DPD IMM DIY periode 2023–2025, Muhammad Taufiq Firdaus, mengakhiri masa jabatannya dengan menyampaikan harapan agar kepengurusan baru mampu menjaga integritas organisasi dan melanjutkan agenda yang belum tuntas.
“Kami berharap tidak menjadi demisioner yang menyulitkan. Ada pekerjaan rumah yang kami tinggalkan, tetapi saya yakin di bawah kepemimpinan Mayda, IMM DIY bisa bergerak lebih progresif,” kata Taufiq dalam pidato perpisahannya.
Baca juga: IMM Kritik Wakil Ketua DPR, Tegaskan Peran Penting Ahli Gizi untuk Kawal Program MBG

Ia juga menyinggung pentingnya soliditas lintas organisasi otonom Muhammadiyah untuk mempertahankan posisi Yogyakarta sebagai pusat perkaderan nasional.

Sementara itu Mayda Dwi Hadiyanti, ketua DPD IMM DIY periode 2025–2027 dalam sambutan bertema Transformasi Gerakan IMM: Meneguhkan Kepemimpinan Inklusif dalam Bingkai Keistimewaan DIY menjelaskan, transformasi inklusif yang dimaksud bertujuan menjadikan IMM sebagai gerakan milik bersama.
DPD IMM DIY, lanjut dia, akan mengambil posisi sebagai mitra kritis yang solutif terhadap persoalan sosial di Yogyakarta dengan membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya.
Baca juga: Tanwir IMM XXXIII di Malang Bahas Strategi Kolektif Kader untuk Negeri
Pengukuhan tersebut turut disaksikan sejumlah tokoh Muhammadiyah dan pimpinan organisasi otonom. Hadir di antaranya Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY Dr. Iwan Setiawan, M.S.I., Ketua DPP IMM Bidang Riset dan Teknologi Muhammad Akmal Ahsan, M.Pd., serta Wakil Rektor UAD Bidang Al Islam dan Kemuhammadiyahan Dr. Nur Kholis, S.Ag., M.Ag.
Muhammad Akmal Ahsan menilai pelantikan merupakan titik awal bagi kepemimpinan IMM untuk membangun kerja organisasi yang berkelanjutan.
“Pelantikan menjadi momentum agar satu periode kepemimpinan mampu tumbuh dan berkembang. Transformasi IMM perlu dijalankan secara bersamaan melalui penguatan sistem organisasi, budaya gerakan, dan perilaku kader,” ujarnya.
Baca juga: IMM Buka Posko Pengaduan, Desak Kapolri Pecat Aparat Represif
Wakil Ketua PWM DIY Dr. Iwan Setiawan mengatakan, Yogyakarta adalah ruang temu kader Muhammadiyah dari berbagai daerah di Indonesia. Hal ini mencerminkan karakter strategis DIY dalam proses kaderisasi.
“DIY adalah ruang tumbuh kader Muhammadiyah dari seluruh Indonesia. Karena itu, PWM DIY memberi ruang seluas-luasnya bagi IMM untuk berkiprah dan berkembang,” kata Iwan.
Selain prosesi pengukuhan, acara juga diisi dengan pembacaan Pakta Integritas Komitmen Anti Kekerasan Seksual DPD IMM DIY, peluncuran Pedoman Perkaderan IMM DIY, serta peluncuran LH Magz oleh Bidang Lingkungan Hidup DPD IMM DIY yang dapat diakses secara daring. Kegiatan ditutup dengan kuliah umum bersama Dr. Norma Sari yang membahas dinamika gerakan pemuda dan kemahasiswaan kontemporer.


