JAKARTAMU.COM | Serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel kembali mengguncang Iran. Sedikitnya 15 orang dilaporkan tewas setelah serangan menghantam kawasan permukiman di kota Qom, Jumat (27/3/2026). Tiga rumah warga hancur, sementara tim penyelamat masih berupaya mengevakuasi korban yang terjebak di bawah reruntuhan.
Wakil Gubernur Qom menyatakan jumlah korban luka belum dapat dipastikan karena proses pencarian masih berlangsung. Palang Merah Iran (Red Crescent) telah dikerahkan untuk membantu evakuasi dan memberikan pertolongan darurat.
Serangan di Qom merupakan bagian dari gelombang serangan udara yang lebih luas. Israel dan AS dilaporkan menargetkan infrastruktur militer Iran, termasuk peluncur rudal balistik, sistem pertahanan udara, dan fasilitas penyimpanan senjata. Namun, serangan yang mengenai kawasan permukiman menimbulkan kecaman karena dianggap melanggar hukum internasional dan menargetkan warga sipil.
Dalam kurun waktu kurang dari sebulan sejak konflik memanas, Iran menyebut hampir 2.000 orang tewas akibat serangan udara gabungan tersebut. Konflik yang disebut sebagai “Perang Iran Kedua” kini memasuki minggu ketiga, dengan ribuan serangan rudal di wilayah barat dan tengah Iran.

Serangan di Qom menegaskan eskalasi konflik yang semakin mengkhawatirkan. Dengan korban sipil terus bertambah dan infrastruktur permukiman menjadi sasaran, situasi ini berpotensi memperburuk krisis kemanusiaan sekaligus menambah tekanan internasional terhadap pihak-pihak yang terlibat.


