BANDUNG, JAKARTAMU.COM | Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dadang Kahmad mengajak umat Islam menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat pemahaman terhadap Al-Qur’an sekaligus membangun akidah yang aktif dan mendorong perubahan. Dia mengingatkan bahwa membaca Al-Qur’an perlu disertai pemahaman makna agar dapat menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
“Yang harus diperbanyak saat ini adalah membaca Al-Qur’an dengan terjemahannya. Kemudian direnungkan dan diinternalisasi sebagai petunjuk hidup. Misalnya membaca satu ayat, memaknai, lalu direnungkan. Siapa yang meninggalkan Al-Qur’an, dia tidak akan mendapatkan apa-apa,” kata Dadang saat mengisi Pengajian Ramadan dan Buka Bersama yang digelar Universitas Muhammadiyah Bandung di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Rabu, 4 Maret 2026.
Dalam pengajian tersebut, Dadang menyinggung tujuan utama ibadah puasa Ramadan, yakni membentuk pribadi yang bertakwa. Puasa dipahami sebagai proses pembinaan spiritual agar umat Islam memiliki kualitas keimanan yang lebih baik.
Menurut dia, pemahaman terhadap tujuan puasa berpengaruh pada cara umat Islam menjalankan ibadah Ramadan. Ketika puasa dijalankan dengan kesadaran spiritual, dampaknya dapat terlihat dalam perubahan sikap dan perilaku setelah Ramadan berlalu.

Dadang juga mengulas konsep akidah dalam pandangan Muhammadiyah yang bersifat aktif dan mendorong umat berperan dalam kehidupan sosial. Akidah, menurutnya, tidak berhenti pada keyakinan, melainkan menjadi kekuatan yang menggerakkan umat untuk berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat.
“Kenapa kondisi umat Islam saat ini pengetahuannya rendah? Salah satunya karena akidahnya pasif. Tidak aktif. Hal ini juga diperparah dengan kebiasaan masyarakat yang malas membaca. Minat baca bangsa Indonesia saat ini sangat rendah,” ujarnya.
Ia menilai penguasaan ilmu pengetahuan berkaitan erat dengan kemajuan sebuah bangsa. Kelompok yang memiliki pengetahuan luas dan kemampuan berpikir akan lebih mudah memimpin perkembangan zaman.
Dadang mengajak warga Muhammadiyah dan umat Islam terus meningkatkan kapasitas keilmuan. Ia mengingatkan bahwa ilmu yang diperoleh di masa kuliah perlu terus diperbarui melalui kebiasaan membaca dan belajar sepanjang hayat.
Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung Herry Suhardiyanto dalam kesempatan yang sama mengajak sivitas akademika memanfaatkan Ramadan sebagai ruang memperkuat keimanan dan ketakwaan.
“Kita patut bersyukur masih diberi kesempatan menjalankan ibadah puasa. Semoga Ramadan tahun ini membawa keberkahan dan memberi energi positif bagi kita dalam menjalankan aktivitas sepanjang tahun,” kata Herry.


