STIKes Muhammadiyah Ciamis Bersiap Bertransformasi Menjadi Universitas

Must Read

CIAMIS, JAKARTA | Rencana pendirian Universitas Muhammadiyah Ciamis mulai mengemuka dalam agenda I’tikaf Ramadhan 1447 H yang digelar Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat di kampus STIKes Muhammadiyah Ciamis, Sabtu–Ahad, 7–8 Maret 2026. Transformasi tersebut diproyeksikan melalui penggabungan STIKes Muhammadiyah Ciamis dengan Akademi Bisnis Sirnaras.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ciamis dr. Ridwan Rahman Saleh menyatakan proses perubahan kelembagaan itu sedang berjalan dan diharapkan dapat segera terwujud.

“Kami berharap proses ini berjalan lancar sehingga Ciamis segera memiliki Universitas Muhammadiyah, menyusul jejak kesuksesan Universitas Muhammadiyah Bandung,” ujar Ridwan dalam sambutannya.

Agenda i’tikaf Ramadhan yang menjadi forum penyampaian kabar tersebut diikuti sekitar 170 peserta dari unsur pimpinan Muhammadiyah se-Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan agenda rutin PWM Jawa Barat yang tahun ini dipusatkan di Ciamis dengan pengelolaan teknis oleh Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI).

Milad 117 H Muhammadiyah

Ketua STIKes Muhammadiyah Ciamis menjelaskan rencana transformasi perguruan tinggi tersebut merupakan bagian dari pengembangan amal usaha Muhammadiyah (AUM) di wilayah Ciamis. Penggabungan dengan Akademi Bisnis Sirnaras menjadi langkah awal untuk memperluas cakupan bidang keilmuan sehingga memenuhi syarat menjadi universitas.

Rencana pendirian Universitas Muhammadiyah Ciamis mendapat perhatian dalam forum i’tikaf yang selama ini menjadi ruang pertemuan pimpinan Muhammadiyah di Jawa Barat. Selain membahas penguatan organisasi, forum ini juga kerap menjadi tempat menyampaikan perkembangan lembaga pendidikan dan amal usaha di berbagai daerah.

Ketua PWM Jawa Barat Prof. Ahmad Dahlan yang hadir dalam pembukaan acara turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menyampaikan penghargaan kepada panitia lokal yang menyiapkan acara serta mengingatkan pentingnya peran Muhammadiyah dalam merespons berbagai persoalan masyarakat.

“Issu ekologis sangat krusial bagi kita. Fenomena bencana alam yang kerap terjadi akhir-akhir ini akibat curah hujan tinggi dan cuaca yang tidak menentu harus direspons dengan kesadaran teologis dan aksi nyata oleh seluruh warga Muhammadiyah,” kata Ahmad Dahlan dalam pidato kuncinya.

Ketua MPKSDI PWM Jawa Barat Ustaz Dede Kurniawan menyebut I’tikaf Ramadhan yang diselenggarakan tahun ini merupakan bagian dari tradisi panjang organisasi.

“I’tikaf Ramadhan ini telah rutin diselenggarakan oleh PWM Jawa Barat selama 40 tahun terakhir sebagai sarana penguatan pembinaan kader,” ujarnya.

Forum tersebut menjadi momentum konsolidasi pimpinan Muhammadiyah Jawa Barat sekaligus ruang berbagi perkembangan berbagai amal usaha, termasuk rencana pendirian Universitas Muhammadiyah Ciamis yang saat ini sedang dipersiapkan.

Perkuat Dakwah Urban, Muhammadiyah Jakarta Selatan Bangun Sinergi Strategis

JAKARTAMU.COM | Kolaborasi antarcabang dalam struktur organisasi menjadi kunci penting untuk memperluas dampak sosial dan keagamaan bagi masyarakat. Semangat...

More Articles Like This