Datang Donorkan Darah, Pulang dengan Sekantong Telur

Must Read

KEGIATAN donor darah di kantor Perumda Dharma Jaya, Ujung Menteng, Jakarta Timur, Kamis 13 November 2025 lebih ramai dari biasanya. Sejak pukul sembilan pagi, warga sekitar—kebanyakan ibu-ibu—sudah memenuhi halaman kantor. Mereka datang karena donor darah kali ini memberikan sesuatu yang jarang ditemukan di kegiatan serupa: satu paket snack mewah dari Dharma Jaya dan satu kantong berisi sepuluh butir telur ayam, selain paket standar dari PMI.

Bagi banyak warga, terutama keluarga pekerja, telur adalah bahan pangan penting. Selain murah, kandungan gizinya cukup lengkap. Dalam seratus gram telur terdapat 155 kkal, 13 gram protein, dan 10,8 gram lemak. Karena alasan itu, berbagai instansi terus mengedukasi masyarakat agar mengonsumsi telur setiap hari sebagai sumber protein hewani yang terjangkau.

Di luar antusiasme warga, ada catatan yang muncul dari proses donor darah hari itu. Pada tahap pemeriksaan awal oleh dokter, pertanyaan yang selalu diajukan adalah apakah peserta sudah sarapan. Beberapa warga yang datang tampak tidak menjawab pertanyaan itu. Mereka hanya tersenyum, yang menunjukkan kemungkinan mereka belum makan terlebih dahulu. Situasi ini membuat penyelenggara perlu mempertimbangkan pemberian sarapan ringan sebelum proses donor dimulai atau membagikan snack lebih awal setelah registrasi.

Pendonor pulang dengan membawa sekantong telur. Foto: jakartamu.com/noor fajar asa

Untuk paket snack PMI, naskah asli menyarankan agar isinya diperbaiki. Paket berisi sari buah, susu UHT, kue kering, dan satu lembar multivitamin dianggap sudah cukup, namun pemilihan minuman dapat dibuat lebih baik. Sari buah dinilai terlalu manis, sementara susu UHT dianjurkan menggunakan varian tanpa pemanis tambahan. Bahkan ada usulan menggantinya dengan susu kambing.

Milad 117 H Muhammadiyah

Susu dipilih karena merupakan sumber protein lengkap yang mengandung sembilan asam amino esensial. Protein diperlukan tubuh untuk memperbaiki sel, menjaga kekuatan otot, dan mendukung sistem kekebalan. Susu kambing sering menjadi alternatif karena molekul lemaknya lebih kecil dan lebih mudah dicerna. Tubuh hanya memerlukan sekitar tiga puluh menit untuk mencerna satu cangkir susu kambing, sehingga sebagian orang merasa lebih nyaman mengonsumsinya dibandingkan susu sapi. (*)

Perkuat Dakwah Urban, Muhammadiyah Jakarta Selatan Bangun Sinergi Strategis

JAKARTAMU.COM | Kolaborasi antarcabang dalam struktur organisasi menjadi kunci penting untuk memperluas dampak sosial dan keagamaan bagi masyarakat. Semangat...

More Articles Like This