JAKARTAMU.COM | Israel berencana untuk mencegat kapal-kapal Global Sumud Flotilla (GSF) yang membawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza. Informasi ini yang diungkapkan Channel 12 pada Kamis (26/9/2025) tersebut telah meningkatkan kekhawatiran potensi konfrontasi di perairan Mediterania.
Menurut laporan tersebut, sekitar 45 kapal yang tergabung dalam GSF saat ini sedang berlayar di perairan Yunani dan diperkirakan akan mencapai wilayah Israel dalam beberapa hari mendatang. Israel diduga akan mengerahkan unit Shayetet 13 untuk mengambil alih kapal-kapal tersebut.
“Mereka yang menolak untuk naik kapal dan dideportasi secara sukarela akan ditangkap,” demikian bunyi laporan tersebut, mengindikasikan bahwa Israel siap untuk menahan para aktivis yang terlibat dalam upaya pengiriman bantuan ini.
Lebih lanjut, laporan tersebut menyebutkan bahwa setelah pemindahan para aktivis, kapal-kapal tersebut akan disita atau bahkan ditenggelamkan. Tindakan ini tentu akan menimbulkan kecaman internasional dan meningkatkan ketegangan di kawasan.

Serangan Drone Setelah Negosiasi Gagal
Sebelumnya, Israel dilaporkan telah mencoba melakukan negosiasi dengan para aktivis GSF. Otoritas Israel menawarkan untuk mengirimkan bantuan yang dibawa kapal-kapal tersebut ke Gaza melalui Pelabuhan Ashkelon. Namun, tawaran ini ditolak mentah-mentah oleh para aktivis, yang bersikeras untuk melanjutkan pelayaran mereka langsung ke Gaza.
Setelah penolakan tersebut, para aktivis mengklaim bahwa kapal-kapal mereka menjadi sasaran serangan pesawat tak berawak Israel. Situasi ini mendorong Spanyol dan Italia untuk mengerahkan kapal perang guna melindungi GSF selama perjalanan mereka.
Dukungan Internasional Mengalir
Ratusan anggota Parlemen Eropa (PE) telah menyatakan dukungan mereka terhadap misi pelayaran kemanusiaan GSF. Mereka menuntut perlindungan bagi armada tersebut untuk menembus blokade Gaza dari Israel.
Pernyataan dukungan ini muncul setelah adanya serangan udara terhadap armada bantuan kemanusiaan saat melintasi perairan Eropa di Laut Mediterania. PE mendesak negara-negara lain untuk memberikan perlindungan serupa kepada warga negara mereka yang berpartisipasi dalam pelayaran tersebut.
Pemerintah Italia telah mengambil langkah tegas dengan mengerahkan armada perang Angkatan Laut untuk melindungi GSF. Tindakan ini dilakukan atas perintah Menteri Pertahanan Guido Crosseto untuk melindungi warga negaranya yang terlibat dalam misi tersebut. Armada perang Italia bahkan dikabarkan akan mengawal GSF hingga mencapai zona aman menuju Gaza.
Perkembangan situasi ini terus dipantau oleh berbagai pihak, dan potensi konflik di perairan Mediterania tetap menjadi perhatian utama.


