Enam Nyawa Melayang, Bantuan Pun Jadi Sasaran Altileri Israel di Gaza

Must Read

JAKARTAMU.COM | Entah sampai kapan darah warga Palestina akan terus membasahi tanah Gaza. Setidaknya enam warga sipil tak berdosa, termasuk mereka yang mengantre sesuap nasi bantuan kemanusiaan, menjadi korban keganasan Israel. Pemboman tanpa pandang bulu terus menghantui Kota Gaza dan Khan Yunis, menambah daftar panjang kejahatan perang yang dilakukan negara zionis ini.

Sumber medis melaporkan, seorang anak kecil—yang bahkan belum mengerti apa itu politik—harus meregang nyawa akibat serangan artileri Israel di Sheikh Radwan, Kota Gaza. Sementara itu, seorang kakek renta yang hanya ingin bertahan hidup di tengah blokade kejam, juga menemui ajalnya di tangan tentara Israel di Al-Mawasi, barat daya Khan Yunis, pada Sabtu (6/9/2025).

Ironisnya, bantuan kemanusiaan yang seharusnya menjadi harapan terakhir bagi warga Gaza yang kelaparan, justru menjadi ladang pembantaian baru. Dua warga Palestina tewas dan belasan lainnya terluka saat Israel tanpa ampun menembaki kerumunan yang mengantre bantuan di selatan Wadi Gaza. Seolah belum cukup, tiga warga Palestina lainnya yang sedang menunggu bantuan di dekat pusat bantuan di Khan Yunis juga menjadi sasaran tembak.

Entah berapa banyak lagi nyawa yang harus melayang sebelum dunia internasional bertindak tegas menghentikan kebiadaban Israel ini. Sejak 7 Oktober 2023, lebih dari 64.300 warga Palestina—mayoritas wanita dan anak-anak—telah menjadi korban keganasan Israel, dan hampir 162.005 lainnya terluka. Ribuan jasad masih terperangkap di bawah reruntuhan dan tergeletak di jalanan, menunggu keajaiban di tengah blokade dan pemboman yang tak berkesudahan. Kapan tragedi ini akan berakhir? (*)

Milad 117 H Muhammadiyah

Sumber: Wafa

Perkuat Dakwah Urban, Muhammadiyah Jakarta Selatan Bangun Sinergi Strategis

JAKARTAMU.COM | Kolaborasi antarcabang dalam struktur organisasi menjadi kunci penting untuk memperluas dampak sosial dan keagamaan bagi masyarakat. Semangat...

More Articles Like This