Hak Reproduksi, Kekerasan, dan Risiko HIV/AIDS yang Perlu Dipahami Remaja

Must Read

MALANG, JAKARTAMU.COM | Isu kesehatan reproduksi remaja dan pencegahan HIV/AIDS menjadi tema penyuluhan yang digelar dosen Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta di LKSA Aisyiyah Putri Dinoyo, Kota Malang, Jawa Timur, Senin (19/1/2026). Kegiatan ini menyasar remaja penghuni lembaga kesejahteraan sosial anak (LKSA) sebagai kelompok yang membutuhkan akses informasi kesehatan secara utuh dan akurat.

Penyuluhan tersebut dipandu oleh Dr. dr. Siti Nuriyatus Zahrah, M.K.M., dalam rangka peringatan Hari AIDS Sedunia. Seluruh penghuni LKSA putra dan putri mengikuti kegiatan yang dirancang untuk memperkuat pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi, hak-hak reproduksi, serta risiko perilaku yang dapat berdampak pada kesehatan fisik dan mental.

Penyuluhan kesehatan reproduksi di LKSA Aisyiyah Putri Dinoyo, Kota Malang, Jawa Timur, oleh Dr. dr. Siti Nuriyatus Zahrah, M.K.M. Foto/istimewa

Dalam pemaparannya, Siti Nuriyatus menjelaskan bahwa kesehatan reproduksi remaja tidak berhenti pada aspek biologis. Ia juga berkaitan dengan hak individu, kondisi psikologis, serta kemampuan remaja melindungi diri dari berbagai bentuk kekerasan.

Baca juga: Semarak Milad Ke-113 Muhammadiyah di Pekalongan, Ada Senam hingga Pemeriksaan Kesehatan

Milad 117 H Muhammadiyah

“Remaja perlu memahami perubahan fisik dan psikologis yang mereka alami agar mampu mengambil keputusan yang sehat dan bertanggung jawab. Edukasi ini penting untuk mencegah pernikahan dini, kehamilan tidak diinginkan, penyakit menular seksual termasuk HIV/AIDS, serta penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.

Materi penyuluhan mencakup konsep dasar kesehatan reproduksi dan hak-hak reproduksi remaja, perubahan fisik dan psikologis pada masa remaja, serta persoalan yang kerap muncul, seperti pernikahan dini, kehamilan tidak diinginkan, penyakit menular seksual, HIV/AIDS, dan penyalahgunaan narkoba. Peserta juga diajak memahami tantangan yang sering dihadapi remaja dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, pemateri menyampaikan penjelasan mengenai bentuk-bentuk kekerasan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 46 Tahun 2023, mulai dari kekerasan fisik, psikis, seksual, hingga perundungan. Pengetahuan ini diberikan agar remaja mampu mengenali, mencegah, serta melaporkan kekerasan di lingkungan sekitar mereka.

Baca juga: Warga Pulau Tidung Antusias Ikuti Kampanye Kesehatan Muhammadiyah

Kegiatan penyuluhan juga dilengkapi dengan edukasi praktis tentang perawatan kesehatan reproduksi bagi remaja laki-laki dan perempuan, termasuk upaya menghindari perilaku berisiko. Peserta diperkenalkan pada teknik akupresur mandiri untuk membantu mengurangi nyeri haid, sebagai contoh pendekatan promotif dan preventif yang dapat dilakukan secara aman.

Pengelola LKSA Aisyiyah Putri Dinoyo menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut. “Pengetahuan yang diberikan sangat relevan dengan kondisi remaja saat ini dan membantu anak-anak asuh kami memahami isu kesehatan reproduksi secara lebih terbuka,” kata salah satu pengurus LKSA.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menjadi bagian dari upaya UPN Veteran Jakarta memperluas literasi kesehatan reproduksi remaja, terutama bagi kelompok rentan, sekaligus mendukung pencegahan HIV/AIDS dan persoalan kesehatan remaja lainnya.

Perkuat Dakwah Urban, Muhammadiyah Jakarta Selatan Bangun Sinergi Strategis

JAKARTAMU.COM | Kolaborasi antarcabang dalam struktur organisasi menjadi kunci penting untuk memperluas dampak sosial dan keagamaan bagi masyarakat. Semangat...

More Articles Like This