MATRAMAN, JAKARTAMU.COM | Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Matraman gelar Hari Bermuhammadiyah Seri ke-110, dengan tajuk bahasan: Sehat dalam Perspektif Warga Muhammadiyah antara Jasadiyah dan Rohaniyah. Acara berlangsung di Masjid At Taqwa, Jalan KH Ahmad Dahlan 20, Kayumanis, Jakarta Timur, pada Ahad 18 Januari 2026.
Dr Hermawan Saputra, SKM., MARS., CICS., selaku narasumber menyampaikan bahwa untuk menjaga kesehatan sudah seharusnya meliputi jasad (jasmani) mau pun rohani. Kedua organ utama manusia ini selayaknya dijaga dengan sebaik-baiknya, agar tetap berkeadaan sehat wal afiat.
“Jasmani mau pun rohani, sangat memerlukan keseimbangan yang prima. Jasad butuh asupan makanan-minuman yang menyehatkan agar kuat; Sedangkan rohani agar sehat, memerlukan asupan melalui keimanan dan amal ibadah,” ungkap Hermawan.
Ia mengemukakan, asupan untuk rohani adalah nilai-nilai iman dan amal shaleh yang langsung merujuk pada Alqur-an dan Sunnah Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Termasuk, ketika seseorang menentukan makanan dan minuman bagi fisik atau jasmani yang halalan thayyiba.

“Selain amal ibadah yang telah ditentukan dalam syariat Islam, makanan yang halal itu diperoleh dengan cara-cara yang baik. Ini menjadi sangat penting. Karena, faktor makanan dan minuman halal akan membawa pengaruh bagi kesehatan rohani,” terang Hermawan.
Oleh karena itu, tambah dia, sudah semestinya kita harus berusaha ketika memberikan rizeki berupa makanan dan minuman kepada keluarga. Yaitu, rezeki yang sifatnya halal dan diperoleh dengan cara-cara yang baik.
“Sedapat mungkin, kita sebagai muslim, khususnya warga Muhammadiyah, hendaknya menghindari makanan dan minuman yang tidak halal; Termasuk menghindari hal-hal yang tidak baik dalam mendapatkannya. Artinya, kita harus mencari cara yang baik dan tidak melanggar hukum mau pun etika kemanusiaan dan syariah,” tegas dan ajak dia.
Hermawan juga mengatakan untuk kesehatan jasad, bukan hanya pada kenyangnya. Akan tetapi juga, sangat diperlukan makanan yang bergizi seimbang. “Karena makanan bergizi itu, secara ilmu kesehatan, dapat meningkatkan daya otak untuk kuat dalam berpikir. Tak hanya kuat, namun juga cerdas dan kritis sehingga mampu menciptakan dan menguasai teknologi,” paparnya.
Lebih lanjut disampaikannya, Muhammadiyah selama ini mendorong jasmani yang sehat dan cara berpikir yang kuat. Oleh karenanya, sejak awal Muhammadiyah berkiprah di bidang pendidikan untuk meningkatkan knowledge.
Kemudian, yang juga sangat ditekuni oleh Muhammadiyah adalah bidang kesehatan. “Hal ini memiliki tujan untuk daya tahan tubuh termasuk dalam merawat kebugaran dan kesehatan,” tandas Hemawan.
Ia menegaskan, bahwa bidang garap Muhammadiyah yang lebih menukik ada pada bidang pembanguan mental-spiritual yang didasari Alqur-an dan Sunnah. Oleh karenanya, mengenai knowledge dan juga bidang kesehatan jasadiyah dan rohaniyah, terus dikembangkan Muhammadiyah; Dengan maksud dan tujuan untuk mengacu pada lingkup Tathmainnul qulub (تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُۗ), yang berarti: hati atau jiwa kita menjadi tenteram atau tenang. (*)


