SAMARINDA, JAKARTAMU.COM | Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur membuka babak baru dalam tata kelola organisasi. Minggu (18/1/2026), PWM Kaltim menggelar Training of Trainers (ToT) dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Satu Data Muhammadiyah (Satumu). Kegiatan yang berlangsung di Hotel Grand Sawit Samarinda ini diikuti perwakilan dari 13 Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Kalimantan Timur, sebagai bagian dari strategi digitalisasi persyarikatan.
Ir. H. Amir Hadi, Wakil Ketua PWM Kaltim bidang Majelis Pustaka dan Informasi (MPI), menegaskan pentingnya langkah ini. “Dengan ToT SatuMu, kita membuka babak baru dalam tata kelola persyarikatan Muhammadiyah di dunia digital. Tantangannya di awal, namun manfaatnya kelak akan sangat besar,” ujar Amir Hadi.
Baca juga: M-ID, Ikhtiar Labmu untuk Kedaulatan Digital Muhammadiyah
Ketua PWM Kaltim KH. Siswanto menekankan urgensi penataan organisasi di tengah gelombang digitalisasi. Menurutnya, pemanfaatan basis data SatuMu memudahkan pemetaan potensi kader dan mempercepat pengambilan keputusan. “Akurasi data menjadi kunci utama untuk menghasilkan keputusan yang tepat dan cepat, demi kemajuan persyarikatan,” ujar KH. Siswanto.

Baca juga: Ikuti Bimtek Satumu, PWM Jawa Tengah Mantapkan Komitmen Transformasi Digital
Prof. Muchlas Arkanudin, Ketua MPI Pimpinan Pusat Muhammadiyah, memaparkan tantangan transformasi digital yang tidak hanya soal teknologi, tetapi juga perubahan budaya organisasi. Ia menjabarkan tiga pilar utama: Hyper Awareness, yakni kesadaran seluruh elemen persyarikatan; keputusan berbasis data; dan pengambilan keputusan yang cepat.
Diskusi dalam ToT juga membahas pentingnya identitas digital bagi warga persyarikatan melalui Muhammadiyah ID dan e-KTAM, serta menekankan keamanan siber untuk melindungi data anggota dan aset Muhammadiyah. Kegiatan ini diharapkan menjadi katalisator bagi PDM se-Kalimantan Timur dalam mengimplementasikan Satumu dan memperkuat kesiapan organisasi menghadapi era digital secara menyeluruh.


