JAKARTAMU.COM | Sebuah konvoi dari Iran resmi bergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla, yang bertujuan menyalurkan bantuan ke Jalur Gaza. Kehadiran Iran menambah daftar panjang partisipan internasional dalam gerakan solidaritas global terhadap warga Palestina yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan akibat blokade berkepanjangan oleh Israel.
Armada Global Sumud Flotilla terdiri dari lebih dari 50 kapal sipil yang membawa bantuan medis, pangan, dan logistik darurat. Kapal-kapal tersebut berangkat dari berbagai negara, dan kini tercatat individu dari 45 negara berbeda turut serta dalam misi ini.
Salah satu tokoh yang memimpin konvoi Iran adalah Hujjat al-Islam Vafi. Ia memulai perjalanan dari Alun-alun Palestina di Teheran, melintasi sejumlah kota seperti Qom, Esfahan, Khuzestan, dan Bushehr, sebelum mencapai Provinsi Hormozgan pada Selasa malam. Konvoi dijadwalkan berlayar dari perairan selatan Iran menuju Gaza pada Rabu malam.
“Kami meminta rakyat Iran untuk mendoakan kami. Saya harap kami akhirnya dapat mematahkan pengepungan rezim pembunuh anak ini,” ujar Vafi, Senin (29/9/2025).

Armada Sumud disebut sebagai misi maritim kemanusiaan terbesar dalam beberapa dekade. Pada Selasa, kapal-kapal yang telah berkumpul di Italia dilaporkan berada sekitar 715 mil laut dari Gaza.
Namun, tantangan besar membayangi perjalanan armada. Militer Israel memiliki sejarah mencegat kapal bantuan yang menuju Gaza. Pada Mei lalu, kapal Conscience diserang oleh drone bersenjata di dekat Malta, sementara pada Juni, kapal Madleen dicegat 100 mil laut dari Gaza meski berada di perairan internasional.
Israel Siaga Penuh
Pemerintah Israel kini bersiap melancarkan operasi militer untuk mencegat armada Global Sumud Flotilla. Saluran resmi Israel, Kan, melaporkan bahwa unit komando angkatan laut telah melakukan latihan intensif sebagai persiapan penyitaan kapal.
Latihan tersebut disebut bertujuan meminimalkan risiko bagi para peserta, mengingat armada diperkirakan akan tiba di pantai Gaza bertepatan dengan Hari Penebusan Dosa Yahudi (Yom Kippur), Rabu hingga Kamis mendatang.
Israel juga dilaporkan telah menawarkan jalur alternatif pengiriman bantuan melalui pelabuhan Ashkelon, Siprus, atau Vatikan. Namun, tawaran tersebut ditolak oleh penyelenggara flotilla, yang menilai langkah itu sebagai bentuk pengalihan dari tujuan utama misi.
Media Israel, Walla, melaporkan bahwa Kementerian Kesehatan telah meningkatkan kewaspadaan di sejumlah rumah sakit, mengantisipasi kemungkinan jatuhnya korban akibat bentrokan di laut.
Juru Bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Brigjen Effie Defrin, mengonfirmasi bahwa pihaknya memantau pergerakan armada secara intensif. “Kami mengikuti armada ini; kami punya pengalaman dari masa lalu, tapi armada ini berbeda, dengan puluhan kapal,” ujar Defrin kepada The Times of Israel.
Global Sumud Flotilla menjadi simbol solidaritas sipil internasional yang menantang blokade Gaza. Dunia kini menanti, apakah misi ini akan berhasil menembus pengepungan atau kembali menghadapi intervensi militer seperti yang terjadi dalam sejarah sebelumnya.


