Kamis, Januari 16, 2025
No menu items!

Jusuf Kalla Ajak Kampus Islam Majukan Ekonomi dan Teknologi

JK menekankan pentingnya kampus dalam mendorong kemampuan wirausaha dan inovasi teknologi.

Must Read

BANDUNG, JAKARTAMU.COM | Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengajak perguruan tinggi, khususnya kampus Islam, agar berperan aktif memajukan ekonomi dan teknologi. Kedua hal ini dianggap menentukan kualitas masyarakat Islam.

Sayang, hingga kini ketimpangan ekonomi hingga kini masih menjadi tantangan besar di Indonesia.

”Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar, Indonesia harus bangga, tetapi kebanggaan ini akan lebih sempurna jika diiringi dengan kualitas yang baik,” ungkap JK dalam kuliah inspiratif di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Gedung Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, Selasa (17/12/2024).

JK menjelaskan bahwa dalam Islam, 9 dari 10 pintu rezeki berasal dari perdagangan. Sejarah juga menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah seorang pedagang jauh sebelum menjadi rasul.

Pedagang seperti Siti Khadijah dan sahabat lainnya berperan penting dalam mendukung dakwah dan perkembangan Islam zaman nabi. Rukun Islam saja ada dua yang memerlukan kemampuan finansial, yaitu zakat dan haji, sehingga menjadi kaya itu dianjurkan.

Lebih lanjut, JK menekankan pentingnya kampus dalam mendorong inovasi teknologi. Kekuatan ekonomi dan teknologi menjadi kunci keberhasilan suatu bangsa.

Di negara maju, riset menjadi tulang punggung kemajuan teknologi. Bandung, dengan banyaknya kampus ternama, kata JK, seharusnya bisa menjadi pusat teknologi dan inovasi.

Untuk itu, kampus perlu menanamkan semangat kewirausahaan kepada mahasiswa karena dunia ini salah satunya digerakkan oleh pengusaha yang membayar pajak dan menciptakan lapangan pekerjaan untuk orang banyak.

Menurut JK, sarjana harus didorong untuk berani mengambil keputusan, bukan sekadar mencari pekerjaan setelah lulus. Oleh karena itu, JK mengajak kampus untuk menciptakan suasana yang kondusif bagi pengembangan kewirausahaan mahasiswa.

”Kampus harus banyak mengundang profesional, pengusaha, bahkan bankir untuk berbagi pengalaman dan ilmu. Mahasiswa perlu memahami cara mendapatkan modal, memulai usaha, dan belajar dari contoh-contoh nyata,” tuturnya. Selain itu, JK mendorong kampus untuk lebih sering melibatkan mahasiswa dalam studi kasus dan program magang di berbagai perusahaan.

JK juga mengkritisi mentalitas sebagian masyarakat yang enggan melanjutkan usaha keluarga. ”Kenapa Tiongkok maju? Karena mereka berdagang. Kita kadang gengsi, padahal keberanian memulai usaha adalah kunci,” ucapnya.

JK menekankan modal bukanlah hambatan utama untuk memulai usaha karena bisa bisa dicari, baik melalui pinjaman perbankan atau bermitra dengan orang yang memiliki dana. ”Yang penting adalah gagasan yang baik dan keberanian untuk memulai. Anak muda jangan jadi penakut,” pesannya.

Sutarto Alimoeso Kembali Terpilih sebagai Ketua Umum Perpadi

SURAKARTA, JAKARTAMU.COM | Sutarto Alimoeso terpilih kembali sebagai ketua umum DPP Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras (Perpadi) masa...

More Articles Like This