JAKARTAMU.COM | Minggu (12/10/2025) pagi, warga RW 07 Kelurahan Harapan Mulia, Kemayoran, Jakarta Pusat, berduyun-duyun keluar rumah membawa sapu, cangkul, dan kantong sampah. Mereka bergabung dengan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Harapan Mulia untuk kerja bakti membersihkan lingkungan.
“Menjaga kebersihan adalah bagian dari iman. Melalui kerja bakti ini, kita tidak hanya membersihkan lingkungan, tapi juga menumbuhkan kebersamaan dan tanggung jawab sosial antarwarga,” ujar Sekretaris PRM Harapan Mulia, Wasiran mengenai kegiatan yang diikuti warga RT 007, kader IPM, serta Aisyiyah setempat.
Ia menuturkan, kegiatan ini juga merupakan kolaborasi antara PRM Harapan Mulia, masyarakat, dan pemerintah kelurahan yang tengah menjalankan program kerja bakti serentak di wilayah Kecamatan Kemayoran. Hadir pula Ketua RW 07, Bowo, Ketua RT 007, serta sejumlah tokoh masyarakat yang ikut turun tangan membersihkan saluran air, memungut sampah, dan menata taman di sekitar kompleks Ranting Muhammadiyah Harapan Mulia.
Sejak pukul 07.00 WIB, warga dari berbagai usia tampak bekerja bersama. Remaja membantu mengangkut sampah, para ibu menata tanaman, sementara para lansia ikut memberi arahan dan semangat. “Gotong royong adalah nilai luhur bangsa. Kami berterima kasih kepada Ranting Muhammadiyah yang ikut menjadi motor penggerak kegiatan ini,” kata Ketua RW 07, Bowo.

Bagi PRM Harapan Mulia, kegiatan semacam ini bukan sekadar agenda kebersihan, tetapi juga bentuk dakwah ekologis. Wasiran menyebut, dakwah tidak hanya melalui ceramah, melainkan melalui tindakan nyata yang membawa manfaat langsung bagi warga.
“Ranting Muhammadiyah ingin hadir bukan hanya di masjid atau ruang pengajian, tetapi juga di tengah masyarakat — lewat aksi kebersihan, kepedulian sosial, dan penguatan nilai-nilai Islam berkemajuan,” ujarnya.
Kerja bakti ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah sederhana di halaman ranting. Warga tampak akrab dan gembira setelah bekerja bersama. Harapannya, kegiatan ini menjadi inspirasi bagi ranting-ranting Muhammadiyah lain di Jakarta Pusat untuk terus menumbuhkan budaya gotong royong dan kepedulian lingkungan.
“Bersih lingkungan, bersih hati. Dari lingkungan yang bersih, lahir masyarakat yang sehat dan berkemajuan,” tutup Wasiran.


