Kedubes Iran Beber Daftar “Dosa” AS Sejak 1953

Must Read

JAKARTAMU.COM | Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta merilis pernyataan resmi menyusul serangan yang disebut dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah lokasi di Iran pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026. Dalam siaran pers tertanggal 1 Maret 2026, Kedubes Iran menyebut serangan tersebut menargetkan lokasi sipil, termasuk sekolah, serta melanggar kedaulatan dan integritas teritorial Republik Islam Iran.

Dalam pernyataan itu disebutkan bahwa serangan terjadi saat warga Iran menjalankan ibadah puasa Ramadan. Kedubes Iran menyatakan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, wafat dalam serangan yang disebut menghantam kantor beliau. Selain itu, beberapa sekolah dilaporkan menjadi sasaran rudal. Satu sekolah dasar di Kabupaten Minab disebut hancur total dan menewaskan hampir 200 siswi.

Amerika Serikat dan Israel, menurut pernyataan tersebut, sebelumnya mengklaim bertindak untuk membantu rakyat Iran. Namun Kedubes Iran menilai klaim itu bertentangan dengan fakta di lapangan. 

“Kini terlihat bagaimana mereka ‘membantu’ rakyat Iran: dengan serangan rudal terhadap perempuan dan anak-anak tak berdosa di sekolah dasar, klub olahraga, rumah-rumah penduduk, dan lainnya, terlebih lagi di bulan suci Ramadan,” tulis Kedubes Iran.

Milad 117 H Muhammadiyah

Baca juga: Diserang 30 Rudal Israel, Iran Konfirmasi Khamenei Terbunuh

Kedubes Iran memaparkan rangkaian panjang permusuhan Amerika Serikat terhadap Iran selama lebih dari tujuh dekade. Titik awalnya merujuk pada kudeta 19 Agustus 1953 yang menggulingkan pemerintahan Perdana Menteri Mohammad Mossadegh. Sejak itu, hubungan kedua negara disebut diwarnai intervensi dan tekanan politik.

Pernyataan tersebut juga menyoroti dukungan Amerika Serikat terhadap Irak dalam perang Iran–Irak pada 1980–1988 di bawah kepemimpinan Saddam Hussein. Iran mengklaim perang itu menewaskan lebih dari 155 ribu orang dalam pertempuran langsung serta lebih dari 16 ribu korban akibat serangan rudal dan udara terhadap kota-kota.

Baca juga: AS–Israel Mulai Perang, Rudal Gempur Ibu Kota Iran

Peristiwa lain yang disebut adalah penembakan pesawat penumpang Iran Air oleh kapal perang Amerika Serikat, USS Vincennes, pada Juli 1988 yang menewaskan 291 penumpang termasuk 66 anak-anak. Kedubes Iran juga menyinggung dukungan terhadap kelompok Mujahidin Khalq serta pembunuhan sejumlah pejabat dan ilmuwan Iran dalam beberapa dekade terakhir.

Nama Donald Trump disebut dalam konteks pembunuhan seorang komandan senior militer Iran pada Januari 2020 di Baghdad. Selain itu, Kedubes Iran mencatat sejumlah serangan yang diklaim melibatkan Israel terhadap target Iran pada 2024 dan 2025, termasuk fasilitas nuklir yang disebut sebagai fasilitas damai.

Rangkaian peristiwa tersebut, menurut Kedubes Iran, menunjukkan pola pelanggaran terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, hukum internasional, serta hukum humaniter internasional.

Di bagian akhir pernyataannya, Kedubes Iran menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah dan rakyat Indonesia. Mereka juga menyambut kesiapan Presiden Republik Indonesia untuk melakukan mediasi dalam konflik yang berkembang. Kedubes Iran berharap para pejabat Indonesia mengambil sikap tegas dalam mengutuk tindakan yang mereka sebut sebagai agresi Amerika Serikat dan Israel.

Perkuat Dakwah Urban, Muhammadiyah Jakarta Selatan Bangun Sinergi Strategis

JAKARTAMU.COM | Kolaborasi antarcabang dalam struktur organisasi menjadi kunci penting untuk memperluas dampak sosial dan keagamaan bagi masyarakat. Semangat...

More Articles Like This