Ketum PP ‘Aisyiyah Minta Dapur SPPG Jaga Standar Halal dan Tayib

Must Read

SUKOHARJO, JAKARTAMU.COM | Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, meninjau tiga dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (12/2/2026). Ia meminta seluruh pengelola memastikan makanan yang diproduksi memenuhi standar halal dan thayyib, mulai dari bahan baku hingga distribusi.

“Semua makanan yang masuk ke tubuh anak-anak harus halal dan thayyib. Dari cara memperoleh bahan baku, proses memasak, sampai mendistribusikan, kualitas dan integritasnya harus dijaga,” kata Salmah saat kunjungan.

Tiga dapur yang dikunjungi terdiri atas dua dapur SPPG yang dikelola Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Sukoharjo dan satu dapur yang dikelola RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo. Seluruhnya menjadi bagian dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digerakkan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.

Baca juga: Ketum PP Aisyiyah Minta Rektor Baru Unisa Surakarta Capai Akreditasi Unggul

Milad 117 H Muhammadiyah

Dalam peninjauan tersebut, Salmah mengapresiasi model pengelolaan dapur berbasis koperasi. Skema itu mengintegrasikan penyediaan bahan baku, produksi, hingga distribusi dalam satu sistem yang melibatkan anggota dan masyarakat sekitar.

“Pengelolaan dapur SPPG berbasis koperasi menyuplai bahan baku sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. Orientasinya bukan keuntungan, melainkan pemberdayaan anggota ‘Aisyiyah dan warga setempat agar memperoleh penghasilan,” ujarnya.

Salmah juga memperoleh pemaparan mengenai pengelolaan limbah di dapur SPPG Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Sukoharjo. Sisa produksi dan makanan dikelola menggunakan maggot untuk mengurai sampah organik. Maggot dewasa kemudian dimanfaatkan sebagai pakan ikan lele yang dibudidayakan di sekitar dapur.

“Model di Sukoharjo bisa menjadi contoh bagi dapur SPPG lain. Tidak ada sampah sisa makanan yang terbuang,” kata Salmah.

Baca juga: Baitul Arqam PP Aisyiyah Menyelami Jejak Dakwah Nyai Walidah

Menurutnya, program SPPG berkaitan dengan tanggung jawab sosial dan keagamaan. Ia mengutip Surah An-Nisa ayat 9 tentang larangan meninggalkan generasi yang lemah.

“Anak yang lemah bukan hanya secara ekonomi, tetapi juga pendidikan dan fisik. Mengurus anak bukan sebatas memberi ilmu, melainkan memastikan tubuhnya sehat,” ujarnya.

Salmah menegaskan, penyediaan makanan bergizi merupakan bagian dari dakwah pelayanan. Karena itu, pengelola SPPG perlu mendapat penguatan Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) agar tata kelola berjalan sesuai nilai gerakan.

“Penyediaan makanan adalah bagian dari dakwah. Pengelola harus memegang nilai amanah, jujur, dan tanggung jawab. Standar halal dan thayyib tidak bisa ditawar,” katanya.

Secara nasional, terdapat 105 dapur SPPG di bawah koordinasi Muhammadiyah yang telah beroperasi di berbagai daerah. Sejumlah dapur yang dikelola ‘Aisyiyah masih dalam tahap pembangunan dan pengurusan perizinan. “Sebagian masih berproses. Tahun ini akan menyusul beroperasi,” ujar Salmah.

Perkuat Dakwah Urban, Muhammadiyah Jakarta Selatan Bangun Sinergi Strategis

JAKARTAMU.COM | Kolaborasi antarcabang dalam struktur organisasi menjadi kunci penting untuk memperluas dampak sosial dan keagamaan bagi masyarakat. Semangat...

More Articles Like This