JAKARTAMU.COM | Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) menyerukan agar Erick Thohir, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang baru saja dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto tidak hanya berfokus pada sektor olahraga. Lebih dari itu, penguatan peran strategis dan pemberdayaan pemuda harus menjadi perhatian.
Ketua Umum DPP KNPI, Tantan Taufiq Lubis, menegaskan bahwa pemuda merupakan tulang punggung bangsa, pencetus kemerdekaan, dan penerus estafet kepemimpinan nasional. Ia menyebutkan bahwa “No Youth No Indonesia” bukan hanya slogan, melainkan fakta yang tak terbantahkan.
“Olahraga itu penting, tetapi tugas Menpora tidak berhenti di sana. Pemuda Indonesia menghadapi berbagai isu krusial seperti pendidikan, lapangan kerja, tantangan bonus demografi, hingga radikalisme. Menpora harus menjadi katalisator yang menyatukan generasi muda dalam semangat kebangsaan,” ujar Tantan dalam keterangan tertulis yang diterima Jakartamu.com, Rabu (18/9/2025).
Pemuda sebagai Pilar Persatuan

KNPI menyoroti pentingnya peran pemuda dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman budaya, agama, dan etnis di Indonesia. Menurut Tantan, Menpora perlu aktif memfasilitasi dialog antar pemuda dari berbagai daerah agar tidak terjebak dalam fragmentasi politik dan pragmatisme yang mengancam solidaritas nasional.
“Jangan sampai pemuda kita terkotak-kotak oleh perbedaan. Menpora harus hadir sebagai pemimpin yang mempersatukan,” tegasnya.
Agenda Strategis Pemuda
KNPI mengusulkan sejumlah agenda prioritas yang dinilai penting untuk dijalankan Menpora, antara lain dalam pendidikan karakter dan kepemimpinan. Hal ini bisa dilakukan melalui pengembangan program bersama lembaga pendidikan untuk membentuk karakter dan keterampilan kepemimpinan pemuda.
Agenda berikutnya adalah pemberdayaan ekonomi. KNPI memandang pelatihan keterampilan dan kewirausahaan dibutuhkan menghadapi dinamika ekonomi yang tidak menentu. Dan, yang tak kalah penting adalah penguatan visi kebangsaan dengan membuka ruang diskusi dan dialog lintas daerah untuk memperkuat nasionalisme.
Selain itu, menpora diminta mengembangkan pengembangan platform digital sebagai sarana kolaborasi pemuda dari berbagai wilayah. KNPI juga mendorong dikembalikannya eksistensi Deputi Kepemudaan sebagai bentuk keberpihakan terhadap pemberdayaan pemuda, serta pengurangan porsi deputi olahraga demi keadilan fungsi kelembagaan.
KNPI berharap Menpora yang baru memiliki visi besar dan keberanian untuk melampaui batas-batas konvensional. Tantan menekankan bahwa jika Menpora tidak mampu menyatukan pemuda, maka lebih baik fungsi kepemudaan dikembalikan ke Kemendikbudristek dan Kemendikdasmen, sementara urusan olahraga diserahkan kepada KONI dan KOI.
“Jangan biarkan tugas Menpora hanya terbatas pada soal medali dan turnamen. Pemuda Indonesia butuh lebih dari itu. Seorang Menteri Pemuda harus visioner, berpikir besar, dan bertindak besar melampaui mimpinya,” pungkas Tantan.


