JAKARTAMU.COM | MPKU PWM DKI Jakarta memusatkan agenda 2026 pada dua program utama di sektor kesehatan. Hal ini terungkap dalam dalam Halalbihalal Idulfitri 1447 H dan Konsolidasi-Koordinasi Tim Kesehatan di Auditorium RSIJ Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu (18/4/2028).
Ketua MPKU PWM DKI Jakarta, Dr. Hermawan Saputra, SKM, MARS, CICS, menyatakan silaturahmi dalam organisasi berkaitan langsung dengan konsolidasi dan koordinasi, termasuk pada amal usaha. Ia menjelaskan, penguatan tim dilakukan untuk memantapkan pelaksanaan dua program utama, yakni public health programme dan pengembangan fasilitas kesehatan.
“Program pertama kita sebut sebagai public health campaign. Persiapannya sudah sekitar 70 persen,” katanya.

Hermawan menjelaskan, kegiatan public health campaign dilaksanakan sepanjang tahun 2026 dalam bentuk penyuluhan, pemeriksaan gratis dan sebagainya. Kegiatan dilaksanakan pada 40 titik sasaran di DKI Jakarta sehingga bakal melibatkan banyak tenaga medis di luar Tim kesehatan.

Sementara itu, program kedua adalah pada pembangunan dan pengembangan fasilitas layanan yang di bawah MPKU PWM. “Mohon doanya, dalam waktu dekat MPKU PWM DKI Jakarta akan meluncurkan klinik utama,” kata Hermawan.
Melihat besarnya jangkauan kegiatan yang akan dilaksanakan, Sekretaris MPKU PWM DKI Jakarta, Muhammad Iqbal, S.Kom., M.M., berharap cabang juga membentuk tim kesehatan, kendati mandat organisasi hanya mengamanatkan hanya sampai tingkat pimpinan daerah.
“Tahun ini sudah dilaksanakan pelatihan di Bogor dan pengobatan gratis di Jakarta Timur. Ini menjadi awal untuk penguatan program berikutnya,” ujarnya.
Dukungan datang dari jajaran direksi RSIJ Group. Direktur Administrasi RSIJ Pondok Kopi, Ns. Lilik Murdiningsih, S.Kep., M.M., menyatakan program MPKU sejalan dengan agenda institusinya. “Kegiatan yang digagas MPKU selaras dengan program RSIJ, sehingga kami siap mendukung pelaksanaannya,” katanya.

Wakil Ketua PWM DKI Jakarta, Drs. H. Daliman Sofyan, M.Pd., menilai inisiatif MPKU konsisten menjawab kebutuhan masyarakat. Ia mengapresiasi keberlanjutan kegiatan yang dijalankan, baik yang bersifat pelayanan langsung maupun penguatan organisasi. “Itulah dakwah yang sebenarnya. Kegiatan MPKU relevan dengan kebutuhan masyarakat. Saya berharap keutuhan dan kebersamaan di internal MPKU terus dijaga dan ditingkatkan,” ujarnya.
Tim Kesehatan MPKU PWM Muhammadiyah DKI Jakarta diluncurkan pada akhir November tahun lalu sebagai bagian dari penguatan program. Timkes awalnya dibentuk sebagai respons atas kolaborasi Muhammadiyah dengan Kemenkes 2025 untuk menangani tuberkulosis (TBC). Konsepnya mengubah pendekatan penanganan dari yang selama ini bertumpu pada fasilitas layanan menjadi berbasis komunitas, melibatkan langsung masyarakat dalam upaya pencegahan dan pengendalian.
Kerangka kolaborasi yang digunakan merujuk pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan yang mengatur peran masyarakat dalam pembangunan kesehatan, Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 tentang penguatan kemitraan organisasi masyarakat, serta nota kesepahaman antara Kementerian Kesehatan dan Muhammadiyah pada 2023. Dengan jaringan Muhammadiyah yang menjangkau sekolah, kampus, masjid, pesantren, hingga tingkat ranting di kelurahan, pelaksanaan program diharapkan mampu menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini sulit terakses layanan kesehatan.


