Lazismu Banten Kembangkan Hutan Wakaf, Libatkan Daerah dan Kantor Layanan

Must Read

SERANG, JAKARTAMU.COM | Lazismu Provinsi Banten memperkuat pengembangan program Hutan Wakaf Muhammadiyah sebagai respons atas persoalan kerusakan lingkungan dan perubahan iklim. Ini merupakan keputusan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Lazismu Banten di Serang, Jumat (28/2/2026). Lazismu Banten akan melibatkan seluruh jaringan Lazismu daerah hingga kantor layanan.

Ketua Lazismu Banten, Cahyo Hendro Atmoko, menyatakan program tersebut dipandang sebagai langkah baru yang perlu didukung secara luas.

“Hutan Wakaf Muhammadiyah ini merupakan terobosan yang perlu didukung oleh berbagai lapisan sebagai jawaban atas krisis ekologi yang terjadi belakangan ini,” kata Cahyo dalam forum Rakerwil.

Menurutnya, kerusakan lingkungan, deforestasi, serta dampak perubahan iklim memerlukan pendekatan yang lebih luas dari sekadar upaya konvensional. Ia menyebut gerakan lingkungan yang berkelanjutan perlu melibatkan partisipasi masyarakat dan penguatan program berbasis komunitas.

Milad 117 H Muhammadiyah

Cahyo menjelaskan, isu lingkungan hidup sudah masuk dalam program prioritas Lazismu. Karena itu, pengembangan Hutan Wakaf Muhammadiyah dinilai sejalan dengan arah kerja lembaga tersebut.

“Salah satu program prioritas Lazismu adalah lingkungan hidup. Hutan Wakaf ini sangat tepat menjadi bagian dari program prioritas Lazismu di Provinsi Banten, bahkan dapat dikembangkan di tingkat nasional,” ujarnya.

Lazismu Banten, kata Cahyo, akan menggerakkan seluruh jejaring organisasinya untuk mendukung implementasi program tersebut. Upaya yang disiapkan meliputi penguatan literasi wakaf produktif, penggalangan dana, hingga kolaborasi pemberdayaan masyarakat berbasis kawasan hutan.

Koordinator Hutan Wakaf Muhammadiyah, Fitrah Yunus, menyampaikan apresiasi atas dukungan Lazismu Banten dalam forum tersebut. Ia menilai keterlibatan Lazismu akan memperluas jangkauan program pengelolaan hutan berbasis wakaf.

“Terima kasih kepada Lazismu Provinsi Banten yang telah mengundang kami untuk mensosialisasikan Hutan Wakaf Muhammadiyah dalam Rakerwil ini. Ini momentum penting untuk memperluas gerakan lingkungan berbasis wakaf,” kata Fitrah.

Ia menjelaskan, Hutan Wakaf Muhammadiyah dikembangkan sebagai bagian dari gerakan social forestry yang menggabungkan nilai keislaman, pendekatan ilmiah, dan pemberdayaan masyarakat. Kawasan hutan yang diwakafkan tidak hanya diarahkan untuk konservasi, tetapi juga sebagai model wakaf produktif yang memberi dampak ekologis, sosial, dan ekonomi.

Program tersebut memiliki tiga fokus utama. Pertama, Hutan Wakaf Agroforestri yang mengintegrasikan konservasi hutan dengan pertanian produktif berbasis masyarakat. Kedua, Hutan Wakaf Pendidikan dan Riset yang dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran lingkungan dan penelitian. Ketiga, Hutan Wakaf Pemberdayaan Perempuan yang mendorong keterlibatan perempuan dalam pengelolaan sumber daya hutan secara berkelanjutan.

Rakerwil Lazismu Banten dibuka oleh Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Banten, Agus Wahyudi. Forum tersebut juga menghadirkan diskusi panel bertema “Penguatan Inovasi Sosial yang Terintegrasi, Berdampak, dan Berkelanjutan di Provinsi Banten”.

Sejumlah narasumber hadir dalam diskusi tersebut, antara lain Komisioner Badan Amil Zakat Nasional Rizaludin Kurniawan, Ketua Lazismu Pusat Ahmad Imam Mujadid Rais, serta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi Banten Amrullah.

Penulis: Wasiran

Perkuat Dakwah Urban, Muhammadiyah Jakarta Selatan Bangun Sinergi Strategis

JAKARTAMU.COM | Kolaborasi antarcabang dalam struktur organisasi menjadi kunci penting untuk memperluas dampak sosial dan keagamaan bagi masyarakat. Semangat...

More Articles Like This