Lepas Jabatan Rektor, Laode Kamaluddin Paparkan Transformasi Digital UICI 

Must Read

JAKARTAMU.COM | Rektor Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) periode 2021–2025, Prof. Dr. Laode Masihu Kamaluddin, M.Sc., M.Eng. menyampaikan bahwa UICI dibangun dengan orientasi digital sejak awal perintisan pada Juni 2020. Model pembelajaran digital penuh dirancang untuk memperluas akses pendidikan bagi kelompok yang tidak terjangkau sistem konvensional.

Dia pun memaparkan capaian dan perubahan struktural universitas selama empat setengah tahun kepemimpinannya. “UICI lahir dari cita-cita besar untuk menjadikan pendidikan tinggi sebagai gerakan perubahan, bukan sekadar institusi akademik,” ujarnya dalam serah terima jabatan rektor di Kampus UICI, Rabu (13/11/2025). 

Hingga Oktober 2025, UICI memiliki 2.082 mahasiswa aktif dari 33 provinsi dan 18 negara, dengan lebih dari 10.000 pendaftar selama sembilan gelombang penerimaan. Data ini menjadi dasar evaluasi Prof. Laode tentang efektivitas pendekatan pendidikan digital yang inklusif. “Ketika UICI berdiri, kami membawa misi agar anak muda dari pelosok, bahkan dari luar negeri, bisa belajar dalam ekosistem yang setara dan modern,” tuturnya.

Dalam MAJR, Prof. Laode merinci pengembangan tata kelola universitas digital. Budaya kerja Work From Anywhere (WFA) diterapkan sebagai bagian dari sistem organisasi, sementara seluruh administrasi dijalankan melalui e-Office untuk mendukung efisiensi dan transparansi. Ia menggambarkan kantor rektorat sebagai tempat kolaborasi yang menghubungkan berbagai unit kerja tanpa batasan lokasi.

Milad 117 H Muhammadiyah

Di bidang akademik, UICI mengembangkan Artificial Intelligence Digital Simulator Teaching and Learning System (AI-DSTLS) untuk menyediakan proses belajar yang adaptif. Penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) menghasilkan akreditasi program studi dengan capaian “BAIK”. Tahun 2025 menjadi momentum penting ketika tiga tim dosen meraih hibah penelitian nasional dengan total pendanaan Rp109,88 juta.

Kerja sama institusional turut berkembang pesat. Hingga akhir masa jabatan Prof. Laode, UICI telah membangun lebih dari 100 kemitraan nasional dan internasional serta menjadi rujukan bagi lebih dari 50 perguruan tinggi yang mempelajari model kampus digital.

Dalam pemaparannya, Prof. Laode menyebut UICI memiliki 41 dosen dan 19 tenaga kependidikan aktif, dengan mayoritas dosen berusia di bawah 40 tahun. “Kekuatan UICI ada pada SDM mudanya. Mereka bukan hanya cepat belajar, tapi juga cepat beradaptasi,” ujarnya.

Menutup masa tugasnya, Prof. Laode menyampaikan harapan agar UICI tetap berada pada jalur pengembangan universitas digital yang memadukan ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai kemanusiaan. Ia menegaskan pentingnya menjaga orientasi awal UICI untuk terus memperluas akses pendidikan tinggi berbasis digital.

Perkuat Dakwah Urban, Muhammadiyah Jakarta Selatan Bangun Sinergi Strategis

JAKARTAMU.COM | Kolaborasi antarcabang dalam struktur organisasi menjadi kunci penting untuk memperluas dampak sosial dan keagamaan bagi masyarakat. Semangat...

More Articles Like This