Oleh Lambang Saribuana | Ketua Lazismu DKI Jakarta
BENCANA yang datang di Pulau Sumatera tanpa aba-aba telah meninggalkan luka mendalam bagi segenap bangsa. Ribuan keluarga kehilangan rumah, penghidupan, bahkan orang-orang terdekat.
Pada saat genting seperti inil, rasanya memang belum cukup bahwa bantuan itu ada. Situasi darurat semacam ini menuntut sistem distribusi bantuan yang rapi, terukur, dan bebas dari keraguan publik. Bantuan yang terlambat atau salah sasaran sama artinya dengan menambah beban para penyintas.
Inilah yang mendorong Program Logistik Kebencanaan digerakkan melalui kolaborasi CSM Cargo, Lazismu DKI Jakarta, dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). Program ini menyediakan layanan logistik gratis untuk pengiriman bantuan bencana, dengan pembagian peran yang jelas sejak awal. CSM Cargo yang menginisiasli gerakan, menjalankan fungsi sebagai operator logistik, Lazismu DKI Jakarta mengelola dana dan amanah donasi, sementara MDMC bertugas menyalurkan bantuan langsung di lapangan.

Pembagian peran ini penting untuk ditegaskan agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan maupun kesalahpahaman di ruang publik. CSM Cargo tidak mengelola dana dan tidak menyalurkan bantuan kepada penerima manfaat. Tugasnya memastikan barang bantuan sampai ke titik distribusi secara aman dan tepat waktu. Distribusi akhir sepenuhnya menjadi ranah MDMC setempat yang memahami kondisi lapangan dan kebutuhan penyintas. Adapun donasi uang dikelola oleh Lazismu DKI Jakarta dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas, sebagaimana amanah yang kami pegang selama ini.
Program ini bersifat non-profit dan non-komersial. Ia hanya diaktifkan dalam kondisi darurat bencana. Seluruh barang yang dikirim melalui CSM Cargo dicatat sebagai titipan kemanusiaan, bukan aset perusahaan. Prinsip ini kami jaga agar kerja kemanusiaan tetap berada di jalurnya: melayani, bukan mencari keuntungan.
Kami juga menyadari bahwa logistik kebencanaan memiliki risiko tinggi. Medan sulit, cuaca ekstrem, dan keterbatasan infrastruktur kerap menjadi tantangan. Karena itu, keselamatan kru dan relawan ditempatkan sebagai prioritas utama, disertai evaluasi berkelanjutan agar sistem kerja semakin baik dari waktu ke waktu.
Kepercayaan publik adalah fondasi dari seluruh ikhtiar ini. Terima kasih kami sampaikan kepada para donatur, mitra korporasi, komunitas, dan relawan yang telah menitipkan amanah kemanusiaan kepada Lazismu, MDMC, dan CSM Cargo. Tanpa kepercayaan tersebut, kerja kolektif ini tidak mungkin berjalan.
Program Logistik Kebencanaan merupakan kerja bersama, yang bukan dimaksudkan untuk pencitraan selain wujud solidaritas dan tanggung jawab sosial. Setiap bantuan yang bergerak tepat waktu membawa harapan bagi mereka yang sedang berjuang memulihkan hidupnya. Semoga ikhtiar ini terus menjadi jalan pertolongan dan keberkahan bagi sesama. (*)


