JAKARTAMU.COM | Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Hidayat Nur Wahid (HNW), mengapresiasi langkah pemerintah Indonesia mendukung penetapan 14 Desember sebagai Hari Internasional Menentang Kolonialisme dalam Segala Bentuk dan Manifestasinya. Penetapan ini dilakukan melalui Resolusi Majelis Umum PBB No. A/RES/79/115 yang diadopsi pada 4 Desember 2025. Resolusi tersebut didukung 116 negara anggota PBB dan hanya dua negara yang menolak, yakni Israel dan Amerika Serikat. Sisanya 54 negara memilih abstain.
Menurut HNW, sikap konsisten Indonesia berada di barisan negara-negara yang menolak penjajahan sejalan dengan amanat Pembukaan UUD 1945. Namun dia mendorong Indonesia berperan lebih aktif dalam memperjuangkan penghapusan kolonialisme, terutama terhadap Palestina.
“Konstitusi kita jelas mengamanatkan penghapusan segala bentuk penjajahan di muka bumi. Dengan adanya resolusi ini, Indonesia seharusnya bisa tampil di garda terdepan untuk memperjuangkan penentangan terhadap kolonialisme, seperti yang dilakukan Israel atas Palestina,” ujar HNW dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (9/12/2025).
HNW mengatakan, dukungan mayoritas mutlak ini merupakan modal besar untuk memperkuat kerja sama internasional dalam menolak penjajahan. Sikap Australia, Belanda, Belgia, Denmark, Prancis, Portugal, Kanada, Swedia, dan Irlandia, yang abstain sebenarnya telah mengakui Palestina sebagai negara merdeka. Hal ini, kata HNW, menunjukkan adanya peluang untuk meyakinkan mereka agar lebih konsisten dalam mendukung penghapusan kolonialisme.

HNW juga menyoroti sikap Amerika Serikat yang berulang kali membela Israel dalam berbagai resolusi PBB, termasuk resolusi tentang hak atas pangan dan penghentian genosida. Menurutnya, sikap tersebut justru merusak citra AS di mata dunia internasional.
“Jika terus bertindak sebagai sekutu Israel, AS hanya akan merugikan kepentingan nasional dan internasionalnya sendiri. Padahal mayoritas warga AS juga mendukung kemerdekaan Palestina,” tegasnya.
HNW menambahkan, bila AS bergabung bersama mayoritas negara anggota PBB, momentum 14 Desember dapat menjadi tonggak sejarah baru dalam menolak penjajahan dan mengakui kemerdekaan Palestina.
HNW berharap peringatan Hari Internasional Menentang Kolonialisme tidak berhenti pada seremoni belaka, melainkan menjadi dorongan bagi aksi nyata. Ia menekankan pentingnya lobi politik, manuver diplomasi, dan kerja sama internasional untuk mewujudkan dunia yang lebih adil, damai, dan bebas dari penjajahan.
“Resolusi ini bukan sekadar simbol, tetapi harus menjadi langkah konkret untuk menghapuskan kolonialisme. Indonesia memiliki amanat konstitusi dan dukungan mayoritas dunia untuk tampil lebih aktif memperjuangkan kemerdekaan Palestina,” pungkasnya.


