JAKARTAMU.COM | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Prabowo–Gibran menempati posisi terendah dalam penilaian publik terhadap program unggulan Kabinet Merah Putih. Berdasarkan survei IndoStrategi yang dirilis pada 17 Oktober 2025, MBG memperoleh skor 2,68 dari skala 5, atau masih berada pada kategori sedang.
IndoStrategi mencatat, meski mendapat apresiasi karena dianggap membantu masyarakat kurang mampu, publik menilai pelaksanaan program MBG belum efektif. Lembaga riset ini menyebut perlunya perbaikan tata kelola dan pelibatan sekolah serta masyarakat agar pelaksanaan program tidak sepenuhnya bergantung pada APBN.
Baca juga: Danantara Ternyata Gagasan Dewan Pakar Tim Sukses Prabowo-Gibran
“Program ini pada dasarnya baik untuk meningkatkan gizi anak-anak Indonesia. Namun perlu dikelola secara lebih profesional dengan melibatkan partisipasi aktif sekolah dan masyarakat,” tulis laporan IndoStrategi.

MBG merupakan salah satu program prioritas sosial pemerintahan Prabowo–Gibran, bersama Sekolah Rakyat, Sekolah Unggul Garuda, Koperasi Merah Putih, dan Program Tiga Juta Rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Dari kelima program unggulan itu, Sekolah Rakyat memperoleh skor 3,13, Sekolah Unggul Garuda 3,00, Koperasi Merah Putih 2,77, dan Tiga Juta Rumah 2,69.
Baca juga: Heboh Keracunan MBG, Kantin Sekolah Muhammadiyah Ini Patut Jadi Teladan
Direktur Riset IndoStrategi, Ali Noer Zaman, menyebut rendahnya penilaian publik terhadap sejumlah program sosial bukan semata karena ketidakpuasan, melainkan karena program-program tersebut masih berada pada tahap awal pelaksanaan. “Publik perlu memberi kesempatan pada pemerintahan Prabowo–Gibran untuk berkonsolidasi dan berkoordinasi. Tapi di sisi lain, pengawasan publik harus tetap dijaga agar program berjalan sesuai harapan,” ujarnya.
Survei dilakukan pada 424 responden di 34 provinsi dengan latar belakang pendidikan minimal S1 dan pekerjaan tetap, mulai dari akademisi, aktivis, pegawai, hingga pengusaha. Penelitian berlangsung sejak awal September hingga 13 Oktober 2025.


