JAKARTAMU.COM | Pasukan pendudukan Israel menahan setidaknya 13 warga Palestina dalam serangkaian penggerebekan di beberapa kota dan desa di Tepi Barat pada hari Minggu (26/10/2025). Operasi penangkapan ini menyasar wilayah Ramallah, al-Bireh, Hebron, dan Tulkarm.
Sumber-sumber keamanan Palestina melaporkan bahwa di Ramallah, tujuh warga Palestina ditahan, termasuk tiga orang dari kamp pengungsi Jalazon. Selain itu, seorang ayah bernama Riyadh Sharif Atta, 60 tahun, dan putranya, Mustafa, 25 tahun, dari kota Deir Abu Mash’al, serta seorang pemuda berusia 22 tahun dari al-Bireh juga ikut ditangkap.
Di desa Kobar, yang terletak dekat Ramallah, Zain Issam al-Barghouti, seorang tahanan Palestina yang baru saja dibebaskan sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata dan pertukaran tahanan, juga kembali ditahan.
Di Hebron, selatan Tepi Barat, lima warga Palestina ditangkap setelah pasukan Israel melakukan penggerebekan militer di beberapa lingkungan. Selama operasi tersebut, tentara Israel dilaporkan menggeledah sejumlah rumah dan merusak barang-barang pribadi.

Di Tulkarm, seorang mantan tahanan Palestina, Shazae Salman, ditahan setelah pasukan pendudukan menggerebek rumahnya di distrik selatan kota itu.
Penangkapan ini menambah daftar panjang warga Palestina yang ditahan oleh pasukan Israel di Tepi Barat. Situasi di wilayah pendudukan terus menjadi perhatian utama di tengah meningkatnya ketegangan dan konflik antara kedua belah pihak.


