Pramono Anung: Pemuda Penentu Masa Depan Jakarta

Must Read

JAKARTAMU.COM | Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan bahwa arah dan masa depan Jakarta akan sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Ia menyebut, pembangunan kota tidak bisa bergantung pada infrastruktur semata, melainkan harus bertumpu pada manusia yang tangguh, cerdas, dan berdaya saing global.

“Pembentukan generasi muda yang kompeten adalah tanggung jawab kita bersama. Sinergi seperti ini harus terus dijaga untuk mewujudkan generasi muda Jakarta yang cerdas, inovatif, dan berakhlak,” ujar Pramono dalam Diskusi Publik Pemuda Muhammadiyah DKI Jakarta bertema “Menyongsong Era Industri 5.0: Siapa yang Bertanggung Jawab Menyiapkan SDM Muda Indonesia” di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (28/10/2025).

Forum yang dihadiri lebih dari 200 peserta itu mempertemukan pemerintah, DPRD, akademisi, pelaku industri, dan organisasi kepemudaan dalam membahas strategi konkret penyiapan sumber daya manusia muda menghadapi era industri 5.0.

Gubernur Pramono menyebut berbagai capaian Jakarta sebagai bukti keseriusan pemerintah daerah dalam membangun kota yang berdaya saing global. Ia memaparkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jakarta terus meningkat, pertumbuhan ekonomi stabil, dan inflasi terkendali. Jakarta juga naik peringkat dari posisi 74 ke 71 dalam Global City Index 2025, dan ditargetkan masuk 50 besar dunia pada 2030.

Milad 117 H Muhammadiyah

Sebagai bagian dari investasi manusia, Pemprov DKI memperluas program pendidikan dan pelatihan: Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus Tahap II bagi 707.513 peserta didik, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) untuk 16.920 mahasiswa, serta pemutihan ijazah bagi 3.297 peserta.

“Kami tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur dan teknologi, tetapi juga berinvestasi pada kapasitas manusia sebagai penggerak kemajuan kota,” kata Pramono.

Selain itu, pemerintah daerah juga memperkuat pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi, dan inkubasi wirausaha muda, termasuk startup digital. Di sektor sosial, Pemprov DKI memperluas layanan Transjakarta menjadi Transjabodetabek, menyediakan transportasi gratis bagi 15 kelompok masyarakat, serta menerapkan Hari Rabu Transportasi Umum bagi ASN untuk membangun budaya mobilitas berkelanjutan.

Penulis: Wasiran

Perkuat Dakwah Urban, Muhammadiyah Jakarta Selatan Bangun Sinergi Strategis

JAKARTAMU.COM | Kolaborasi antarcabang dalam struktur organisasi menjadi kunci penting untuk memperluas dampak sosial dan keagamaan bagi masyarakat. Semangat...

More Articles Like This