BUDI Utomo (Boedi Oetomo) dikenal sebagai pioner organisasi pemuda yang bergerak di bidang pendidikan, sosial, dan budaya. Kehadirannya disebut sebagai langkah proaktif menghadapi kebijakan pemerintah kolonial Belanda yang kala itu membatasi akses pendidikan bagi masyarakat pribumi. Organisasi ini lahir dengan misi meningkatkan pengetahuan dan membuka ruang belajar bagi pemuda Indonesia.
Lalu apa hubungan Budi Utomo dengan Raden Saleh? Pertanyaan ini membuka pintu menuju sisi sejarah yang jarang diulas dalam buku pelajaran. Setidaknya, begitu menurut Dr. Aminudin T.H. Siregar, seorang dosen ITB yang juga Kurator Kepala Galeri Museum Nasional.

Menurut dia, selama ini narasi sejarah lebih banyak menggambarkan Raden Saleh semata sebagai pelukis atau seniman besar. Padahal sosok Raden Saleh adalah inspirator gerakan Budi Utomo. Pengalaman hidupnya yang melintasi dunia Timur dan Barat menjadikannya salah satu tokoh paling fenomenal dalam sejarah Indonesia.
Baca juga: Soal Koleksi Lukisan Warisan Soekarno

“Raden Saleh adalah cendekiawan multidimensi. Dia seorang seniman, menguasai banyak bahasa, sekaligus memiliki jaringan internasional,” kata Bang Ucok, sapaan akrab Aminudin, dalam diskusi Reframing Colonial Portrait yang diselenggarakan Museum Sejarah Jakarta di Kota Tua, Jakarta, Rabu (26/11/2025).
Kecakapan Raden Saleh di bidang ilmu pengetahuan turut memperkuat posisinya. Ia tercatat sebagai pribumi pertama yang berhasil masuk ke lembaga keilmuan Belanda. Meski lebih dikenal sebagai pelukis, ia sempat mengalami masa jenuh dan mencari ruang baru untuk berkembang. Pada masa itu, ia bergabung dengan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, lembaga kesenian dan ilmu pengetahuan terbesar di Batavia.
Baca juga: Garin Nugroho: Ini Sebuah Ilustrasi Kepemimpinan Bangsa yang Kalah
Menariknya, arsip-arsip lama menunjukkan bahwa nama Raden Saleh beberapa kali muncul dalam rapat-rapat Budi Utomo. Para pendiri organisasi itu mengakui pengaruh besar Raden Saleh dalam membangun wawasan keilmuan di kalangan pemuda. Ia dianggap sebagai apostle atau Sang Pencerah, tokoh yang membuka jalan bagi munculnya semangat intelektual di awal abad ke-20.
Dalam salah satu rapat lanjutan, bahkan pernah muncul gagasan untuk mendirikan lembaga seni rupa bernama Raden Saleh Foundation sebagai bentuk penghormatan terhadap kontribusinya. Gagasan itu menunjukkan betapa kuatnya jejak pemikiran dan keteladanan Raden Saleh dalam pembentukan gerakan intelektual anak bangsa—termasuk yang kemudian menghidupkan lahirnya Budi Utomo. (*)


