RUTIN berolahraga dengan cara yang aman dan terukur menjadi pilihan kader ‘Aisyiyah untuk tetap sehat pada usia lanjut. Senam lansia dipraktikkan sebagai bagian dari kebiasaan hidup aktif yang terus dijaga, sekaligus dipertandingkan dalam ajang seni budaya tingkat nasional.
Senam lansia merupakan bentuk latihan fisik yang dirancang khusus bagi orang lanjut usia. Gerakannya lembut, terkontrol, dan disesuaikan dengan kemampuan tubuh, sehingga membantu menjaga fleksibilitas, keseimbangan, dan kebugaran secara keseluruhan. Jenis olahraga ini banyak dikembangkan oleh komunitas dan pusat layanan kesehatan karena relatif aman dan mudah diikuti.
Kebutuhan untuk tetap aktif secara fisik menjadi semakin penting seiring bertambahnya usia. Aktivitas olahraga yang tepat dapat membantu menjaga kondisi tubuh tanpa memberikan beban berlebihan. Karena itu, olahraga ringan dan terukur seperti senam lansia dinilai sesuai untuk mendukung kesehatan fisik dan mental kelompok usia lanjut.
Upaya tersebut tercermin dalam capaian Lembaga Budaya dan Seni Olahraga (LBSO) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) DKI Jakarta yang meraih juara harapan I pada kategori Senam Lansia ‘Aisyiyah Bahagia. Penghargaan ini diraih dalam Festival Seni Budaya ‘Aisyiyah (FeSIBA) yang digelar pada 10 Januari 2026 di Gedung Seni Budaya Yogyakarta, Aula Saraswati, Sleman.

FeSIBA diikuti sekitar 300 peserta dari perwakilan ‘Aisyiyah berbagai daerah di Indonesia. Seluruh peserta tampil dengan mengenakan busana adat dari daerah masing-masing sebagai bagian dari penguatan identitas budaya. Selain lomba senam lansia, kegiatan ini juga mempertandingkan sejumlah cabang lain, antara lain penulisan karya ilmiah tentang kain tradisional, filosofi makanan tradisional, permainan tradisional, penciptaan lagu religi, serta paduan suara.
Melalui kegiatan ini, ‘Aisyiyah mendorong kebiasaan berolahraga tidak hanya bagi kader lansia, tetapi juga sebagai pola hidup yang perlu dibiasakan sejak usia dini. Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dan terukur dinilai penting untuk menjaga kebugaran sepanjang rentang usia.
Berkurangnya aktivitas fisik dapat menurunkan tingkat kebugaran dan memicu berbagai masalah kesehatan, baik fisik maupun mental. Karena itu, pembiasaan latihan fisik secara teratur dipandang perlu ditanamkan sejak masa kanak-kanak hingga usia lanjut sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas hidup.


